Kompas.com - 12/11/2020, 11:40 WIB

KOMPAS.com – Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata merupakan gagasan Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno yang ingin membuat TMP yang lebih megah.

Sebelumnya berada di TMP Ancol, banyak dari jenazah orang-orang yang dinobatkan sebagai pahlawan pun dipindahkan saat TMPN Kalibata diresmikan pada 10 November 1954.

Baca juga: Hari Pahlawan, Begini Sejarah Taman Makam Pahlawan Kalibata

Kendati demikian, selain menjadi tempat bersemayamnya para orang-orang berjasa, TMPN Kalibata memiliki sejumlah fakta menarik. Apa saja?

1. Makam pahlawan revolusi berbeda

Pendiri Wisata Kreatif Jakarta Ira Lathief menuturkan, terdapat hal yang membedakan makam para pahlawan revolusi.

“Makam para pahlawan revolusi ada yang membedakan karena dikonblok,” ungkapnya dalam tur virtual Jelajah Makam-makam Pahlawan, Selasa (10/11/2020).

Sementara makam lainnya, meski memiliki bentuk dan keindahan yang sama, tidak memiliki konblok yang mengelilingi makam.

2. Makam pertama di TMPN Kalibata

Jenazah pertama yang dibawa dan disemayamkan di TMPN Kalibata adalah Agus Salim, seorang pahlawan nasional dan diplomat ulung yang juga dikenal sebagai wartawan.

Bagi yang ingin berziarah ke makamnya, pengunjung bisa langsung menemukannya lantaran letaknya tidak jauh dari pintu masuk.

 

Sumardi, salah satu petugas di Taman Makam Pahlawan, saat ditemui Kompas.com pada Senin (9/11/2020). Dia bertutur banyak soal sejarah keberadaan pahlawan tak dikenal di taman makam ini. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Sumardi, salah satu petugas di Taman Makam Pahlawan, saat ditemui Kompas.com pada Senin (9/11/2020). Dia bertutur banyak soal sejarah keberadaan pahlawan tak dikenal di taman makam ini.
3. Tembok nama berisi informasi singkat

Ira melanjutkan, di dalam sebuah bangunan terdapat sebuah dinding yang memiliki banyak keterangan tentang para pahlawan yang gugur dalam perjuangan.

Baca juga: Warung Kopi Merapi, Minum Kopi Sambil Nikmati Indahnya Gunung Merapi

Mulai dari pahlawan nasional yang berjasa saat awal-awal kemerdekaan hingga pahlawan revolusi, seluruh profil singkat yang menceritakan kehidupan mereka tertera pada dinding tersebut.

4. Ada lampu di dalam helm

Saat berkunjung ke TMPN Kalibata, para pengunjung akan disuguhi pemandangan helm yang ada di atas setiap makam.

“Helm-helm itu kalau diangkat dia ada bola lampu. Setiap menjelang 17 Agustus, jam 12 malam selalu ada upacara. Lampunya dinyalakan,” kata Ira.

5. Bagian dari protokol kunjungan tamu kenegaraan

Sebagai tempat terakhir kehidupan para pahlawan, Ira menuturkan, TMPN Kalibata termasuk dalam protokol kunjungan tamu kenegaraan.

Sebagai contoh, jika ada presiden dari negara lain tiba di Indonesia, hal pertama yang wajib mereka lakukan sebelum bertemu dengan presiden adalah berkunjung ke TMPN Kalibata.

“Mereka diajak ke TMPN Kalibata sebagai bagian dari protokol. Satu tempat lain yang dikunjung adalah Masjid Istiqlal. Mungkin sebagai simbol karena Indonesia mayoritasnya Muslim,” ujar Ira.

 

Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo menabur bunga di makam pahlawan TMP Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2020). Kompas.com/Fitria Chusna Farisa Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: Presiden Joko Widodo menabur bunga di makam pahlawan TMP Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2020).
6. Tidak bisa asal masuk ke area monumen

TMPN Kalibata terkenal akan sebuah bangunan berwarna putih yang berada dalam area yang cukup luas.

Adapun, monumen tersebut dibangun pada zaman Presiden kedua Republik Indonesia Soeharto, tepatnya sekitar 20 tahun kemudian.

Baca juga: Catat, Cuti Bersama Akhir Tahun untuk ASN dan Pegawai Swasta

“Kalau masuk tidak bisa langsung masuk ke bagian monumen, pasti ditangkap. Harus masuk ke pinggir ada gerbang kecil, ada pos jaga, daftarkan nama,” ungkap Ira.

“Kalau ada upacara Hari Pahlawan, area monumen dibuka aksesnya untuk umum,” lanjutnya.

7. Piknik sambil lihat rusa

Ira mengatakan bahwa bagian belakang TMPN Kalibata dapat dimanfaatkan sebagai tempat piknik. Dahulu, area tersebut bergabung dengan taman rusa sebelum akhirnya dipisah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam HariĀ 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Cara Selamatkan Diri Saat Hanyut di Sungai, Jangan Lawan Arus

Travel Tips
7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

7 Kafe di Trawas Mojokerto yang Buka Malam Hari, Bisa buat Nongkrong dan Ngopi

Travel Promo
Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Yogyakarta Maksimalkan Wisata Kotabaru, Jalur Skuter Listrik hingga Perawatan Wajah

Travel Update
Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Jalan Raya di Jepang Ini Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Ini Sebabnya

Travel Update
5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

5 Jembatan Gantung Unik di Pulau Jawa, Suguhkan Pemandangan Indah

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.