Wisata Petualangan Bisa Majukan Ekonomi Masyarakat Lokal

Kompas.com - 14/11/2020, 12:19 WIB
Pengunjung suasana di Curug Hordeng di Kampung Cibereum, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2020). Di kawasan ini pengunjung bisa menikmati wisata curug dan trekking menuju 3 destinasi curug yaitu curug cibuliar, curug kembar dan curug hordeng. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESPengunjung suasana di Curug Hordeng di Kampung Cibereum, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/10/2020). Di kawasan ini pengunjung bisa menikmati wisata curug dan trekking menuju 3 destinasi curug yaitu curug cibuliar, curug kembar dan curug hordeng.

KOMPAS.comWisata petualangan yang kerap dilakukan di alam Indonesia dianggap mampu memajukan perekonomian masyarakat lokal.

“Wisata petualangan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat secara langsung,” kata President/CEO PATA Indonesia Chapter Purnomo Siswoprasetijo dalam PATA Indonesia Adventure Travel Mart 2020 virtual, Kamis (12/11/2020).

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Panca Rudolf Sarungu mengatakan dalam kesempatan yang sama menuturkan, keuntungan dapat dirasakan secara langsung oleh warga lokal.

Baca juga: 5 Wisata Air Terjun di Bali, Indah dan Segar

Hal ini lantaran sebagian besar pelaku industri wisata petualangan mempekerjakan masyarakat lokal. Selain itu, pengeluaran yang dikeluarkan oleh peminat wisata petualangan pun terbilang cukup besar.

“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah lihat potensi ini. Kita danau, laut, bawah air, gunung tertinggi, punya semua,” ungkap Panca.

Menurutnya, keanekaragaman alam yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah potensi besar bagi industri pariwisata untuk semakin mengembangkan wisata petualangan.

Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Amalia Yunita mengatakan bahwa masyarakat setempat mendapat keuntungan yang cukup besar dari adanya wisata petualangan.

Baca juga: 10 Tips Trekking Curug, Peregangan Otot hingga Alas Kaki yang Cocok

“Penelitian dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO), 67 persen dari pendapatan wisata petualangan adalah ke masyarakat lokal pada umumnya di dunia,” ucapnya dalam kesempatan yang sama.

“Di Indonesia sebanyak 70 persen. Ada pemerataan (keuntungan) di masyarakat lokal,” lanjutnya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X