Kompas.com - 16/11/2020, 16:04 WIB
Kawah Gunung Merapi dilihat dari Kali Talang Klaten menggunakan lensa zoom. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAKawah Gunung Merapi dilihat dari Kali Talang Klaten menggunakan lensa zoom.

“(Jumlah tempat wisata) bisa bertambah tergantung dampak yang terjadi bila terjadi letusan Merapi, bisa karena abu vulkanik menyebarnya ke mana,” tutur Purwanto.

Untuk lebih jelasnya, berikut tujuh tempat wisata di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang ditutup akibat status Siaga Gunung Merapi.

  1. Kali Talang
  2. Deles Indah
  3. Embung Karangkendal
  4. Girpasang
  5. Goa Jepang
  6. Manggalia Endah
  7. Pendakian Merapi via Sapu Angin

Kondisi Gunung Merapi

Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta kembali mengumumkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi.

Penyataan tersebut berdasarkan perbandingan aktivitas kegempaan Gunung Merapi dari 30 Oktober 2020 hingga 5 November 2020 dengan pekan sebelumnya, dari 23 Oktober 2020 hingga 29 Oktober 2020.

Dari 30 Oktober 2020 hingga 5 November 2020, kegempaan Gunung Merapi tercatat 193 kali gempa vulkanik dangkal, 1.663 kali gempa fase banyak, sembilan kali gempa frekuensi rendah, 391 kali gempa guguran, 330 kali gempa embusan, dan sembilan kali gempa tektonik.

Sedangkan sejak 23 Oktober 2020 hingga 29 Oktober 2020, dilaporkan terjadi 81 kali gempa vulkanik dangkal, 864 kali gempa fase banyak, 10 kali gempa frekuensi rendah, 367 kali gempa guguran, dan tujuh kali gempa tektonik.

Data terbaru, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat terjadi guguran lava di Gunung Merapi pada Minggu (8/11/2020) pukul 12:50 WIB.

Baca juga: Merapi Siaga, Beberapa Tempat Wisata di Sleman Tutup

Mengutip Kompas.com, Minggu, jarak luncur guguran 3.000 meter dan mengarah ke arah Barat. Namun, guguran tidak disertai awan panas.

"Kejadian guguran seperti ini biasa terjadi. Apalagi saat ada kenaikan aktivitas Gunung Merapi seperti sekarang ini," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X