Kompas.com - 17/11/2020, 07:19 WIB
Ilustrasi Hong Kong. pixabay.com/AndyLeungHKIlustrasi Hong Kong.

 

Namun pembatasan ini ternyata berhasil. Jumlah kasus baru di Hong Kong telah turun jadi sekitar 12 per hari pada bulan Agustus, bahkan sempat mencapai angka 0 di beberapa hari.

Sementara itu di awal musim semi Singapura sempat kesulitan mengendalikan jumlah kasus yang meningkat. Dengan jumlah kasus per harinya bisa melewati angka 1000 pada April 2020.

Sebagian besar kasus terjadi di asrama padat penghuni untuk para pekerja migran yang berasal dari negara-negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti Bangladesh dan India.

Otoritas kemudian melakukan lock down pada asrama tersebut, mengungsikan orang-orang yang terindeksi, lalu melakukan kebijakan lain seperti pengetesan massal.

Baca juga: Australia Akan Buka Perbatasan untuk Turis Asing, Ada Prioritas

Peningkatan ini butuh waktu berbulan-bulan untuk ditangani, menyoroti kondisi kehidupan pekerja migran yang buruk di hadapan khalayak global.

Namun kasusnya perlahan bisa turun pada musim panas. Pada Agustus 2020, jumlah kasus harian Singapura turun jadi sekitar 12 orang per harinya.

Dengan situasi yang stabil, Singapura mulai melonggarkan pembatasannya. Selain travel bubble dengan Hong Kong, mereka juga mulai setuju untuk membuka kembali perbatasan untuk perjalanan bisnis yang penting dengan Indonesia.

Tak itu saja, Singapura juga mulai membuka sebagian perbatasan darat mereka dengan Malaysia untuk perjalanan bisnis.

Halaman:


Sumber CNN Travel
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X