Kisah di Balik Landmark Kota Jenewa di Swiss, Awalnya Kesalahan Teknis

Kompas.com - 22/11/2020, 17:05 WIB
Tempat wisata di Swiss - Jet dEau di Jenewa. https://www.myswitzerland.com/Tempat wisata di Swiss - Jet dEau di Jenewa.

Kala itu pada 1886, Jenewa tengah berkembang dengan pesat. Dari hanya 64.000 penduduk pada 1850, populasi berkembang hingga 100.000 pada 1890.

Hal ini membuat kota membutuhkan energi untuk menggerakkan mesin yang menjalankan industri dan perdagangan. Alhasil, pabrik hidrolik di le Couluvreniere pun dibangun.

Guinand menjelaskan, pompa hidrolik memanfaatkan air untuk menyalakan mesin, terutama pada bengkel pembuatan jam.

Baca juga: Liburan ke Titlis di Swiss, Ada Jembatan Gantung Tertinggi di Eropa

Namun, para perajin berhenti bekerja pada malam hari. Tekanan berlebihan yang menumpuk dalam sistem membuat para ahli mesin di Coulouvreniere harus buru-buru menghentikan pompa satu per satu.

Katup pengaman pun segera ditambahkan untuk mengontrol tekanan yang membuat pompa menyemburkan air yang pada saat itu hanya setinggi 30 meter dan terjadi pada malam hari.

Pemandangan yang disukai warga setempat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adanya inovasi dalam teknik mesin membuat pompa tidak perlu menyemburkan air untuk menghindari tekanan yang menumpuk.

Namun pada 1891, warga setempat yang kerap berjalan melintasi Jet d’Eau telah menyukai pemandangan dari semburan air yang akhirnya dijadikan sebagai obyek wisata Kota Jenewa.

Jet d’Eau kedua pun dibangun di tempat yang lebih terlihat, yakni di dermaga danau Eaux-Vives dan masih dapat dilihat hingga kini.

Diresmikan untuk Federal Gymnastics Festival pada 1891, Jet d’Eau tersebut menyemburkan air setinggi 90 meter dan dinyalakan pertama kalinya untuk merayakan ulang tahun ke-600 Konfederasi Swiss.

Awalnya, Jet d’Eau hanya dinyalakan pada Minggu dan hari libur nasional sebelum dinyalakan setiap hari sejak 1906.

Baca juga: 6 Aktivitas di Danau Brienz Swiss, Susur Desa hingga Naik Kayak

Pada 1951, pompa air tersebut dimodifikasi hingga semburan air mencapai ketinggian 140 meter. Saat ini, Jet d’Eau bahkan memiliki kotak proyektor LED yang membuat air terlihat warna-warni.

Menurut informasi dalam Myswitzerland.com, pompa yang menyemburkan 500 liter air danau setiap detik dengan kecepatan hampir 200 kilometer per jam tersebut paling bagus dilihat dari Bains de Paquis.

Adapun, Bains de Paquis merupakan kolam renang paling populer yang kerap dijadikan sebagai tempat sauna pada musim dingin oleh warga setempat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.