Kompas.com - 23/11/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi sosis - St.Gallen Sausage yang merupakan salah satu dari makanan tradisional di Swiss. https://www.myswitzerland.com/Ilustrasi sosis - St.Gallen Sausage yang merupakan salah satu dari makanan tradisional di Swiss.

Bagian dalam sosis tersebut terbuat dari daging sapi muda, beberapa daging babi, dan susu. Secara tradisional, sosis akan dihidangkan tanpa mustard karena bumbu tersebut menutupi rasa daging yang istimewa.

Bagi wisatawan Muslim, Ivo menuturkan bahwa mereka tidak perlu khawatir karena sejumlah destinasi wisata di Swiss memiliki tempat makan yang menjual makanan halal.

Selain St. Gallen Sausage, mengutip Swissinfo.ch, ada juga sosis cervelat yang merupakan ikon nasional negara tersebut.

Cara tradisional untuk memasak cervelat adalah memotongnya dengan bentuk melintang di setiap ujungnya, lalu sosis dipanggang menggunakan tusuk sate kayu. Tunggu hingga warna berubah menjadi cokelat tua sebelum menikmatinya.

Baca juga: Panoramic Train di Swiss, Kereta yang Lintasi Jalur Terindah di Dunia

Sosis cervelat pertama kali muncul pada 1900 di Exposition Universelle World Fair di Paris, Perancis. Kala itu, cervelat disajikan sebagai makanan Swiss yang lezat.

  • Keju

Keju merupakan salah satu makanan yang populer di Swiss. Kendati demikian, Ivo tidak menyarankan untuk dimakan oleh wisatawan Muslim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk teman-teman Muslim, di sana ada keju non-halal karena ada campuran (alkohol) jadi kurang direkomendasikan walau enak. Yang lebih aman kentang rosti,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Taste Atlas, Swiss memiliki sejumlah keju yang populer yang dapat ditemukan oleh wisatawan.

Ilustrasi keju - Seorang wanita sedang memotong keju Swiss bernama Gruyere.SHUTTERSTOCK / ventdusud Ilustrasi keju - Seorang wanita sedang memotong keju Swiss bernama Gruyere.

Beberapa di antaranya adalah Belper Knolle atau keju keras berbentuk bola kecil, Schabziger atau keju bebas lemak berwarna hijau limau, dan Vacherin Fribourgeois atau keju tradisional Swiss bertekstur semi-halus.

Baca juga: Liburan ke Titlis di Swiss, Ada Jembatan Gantung Tertinggi di Eropa

Masing-masing keju yang ada memiliki keunikan dan cara untuk menikmatinya tersendiri. Salah satunya adalah Tete de Moine yang bertekstur semi-keras yang terbuat dari susu sapi.

Dahulu, keju tersebut digunakan sebagai barang barter. Tete de Moine juga dipercaya pertama kali dibuat oleh para pendeta di biara Bellelay di komunitas Saicourt.

Tete de Moine disarankan untuk dinikmati dengan white wine seperti Pinot Grigio saat wisatawan sedang berada di Swiss.

Mau jalan-jalan gratis ke Swiss? ikuti Quiz on Article dengan klik artikel berikut: Menyelisik Keindahan Swiss yang Belum Tentu Ditemukan di Tempat Lain.

Satu pemenang beruntung berkesempatan membawa satu mitra perjalanan untuk liburan gratis di Swiss selama tujuh malam. Hadiah sudah termasuk dua tiket pesawat pulang pergi Indonesia-Swiss dengan maskapai Swiss International Airlines, satu kamar hotel bintang empat serta dua Swiss Travel Pass yang berlaku untuk delapan hari.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Kopeng Treetop Semarang Tahun 2021, Cuma Buka Weekend dan Hari Libur

Harga Tiket Kopeng Treetop Semarang Tahun 2021, Cuma Buka Weekend dan Hari Libur

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Tol Kahyangan Magelang, Cuma Ada Saat Akhir Pekan

Harga Tiket Masuk Tol Kahyangan Magelang, Cuma Ada Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
 Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Padang, Ada Batu Malin Kundang

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Padang, Ada Batu Malin Kundang

Itinerary
Taman Safari Bogor Masuk Daftar Uji Coba, Ini 5 Vila di Sekitarnya

Taman Safari Bogor Masuk Daftar Uji Coba, Ini 5 Vila di Sekitarnya

Jalan Jalan
Pemkab Magelang Siapkan Tempat Wisata, Sinyal Internet Diperkuat

Pemkab Magelang Siapkan Tempat Wisata, Sinyal Internet Diperkuat

Travel Update
Aturan Ganjil Genap di Pinus Sari Sebabkan Banyak Wisatawan Putar Balik

Aturan Ganjil Genap di Pinus Sari Sebabkan Banyak Wisatawan Putar Balik

Travel Update
7 Villa Murah di Puncak, Harga Kurang dari Rp 1 Juta

7 Villa Murah di Puncak, Harga Kurang dari Rp 1 Juta

Jalan Jalan
Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Travel Update
Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Palembang, Harga Mulai Rp 300.000

Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Palembang, Harga Mulai Rp 300.000

Travel Update
Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

Travel Update
 6 Oleh-oleh Makanan dan Minuman Siap Saji Khas Makassar, Ada Coto Makassar Instan

6 Oleh-oleh Makanan dan Minuman Siap Saji Khas Makassar, Ada Coto Makassar Instan

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Unik Khas Makassar, Ada Kain Sutera dan Minyak Tawon

7 Oleh-oleh Unik Khas Makassar, Ada Kain Sutera dan Minyak Tawon

Jalan Jalan
Langkawi Malaysia Sambut Turis Domestik Lewat Travel Bubble

Langkawi Malaysia Sambut Turis Domestik Lewat Travel Bubble

Travel Update
Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

Travel Update
Kampung Blekok Situbondo Masuk 50 Besar ADWI 2021 karena Unggulkan Ekowisata

Kampung Blekok Situbondo Masuk 50 Besar ADWI 2021 karena Unggulkan Ekowisata

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.