Kompas.com - 23/11/2020, 21:18 WIB
Oleh-oleh khas Swiss - Lonceng sapi. SHUTTERSTOCK / DannZ55Oleh-oleh khas Swiss - Lonceng sapi.

KOMPAS.com – Tour Leader Jonny Ivo Kwok mengatakan bahwa Swiss memiliki banyak oleh-oleh yang menarik. Namun, dia memiliki tiga rekomendasi oleh-oleh yang wajib dibeli oleh wisatawan.

Baca juga: Wisata Sejarah di Swiss, Kunjungi Dua Kota Ini

“Yang paling terkenal adalah suvenir kelentengan sapi,” ungkapnya dalam acara Live Instagram Kompas.com Travel Talk “Wisata Swiss Nikmati Alam Memesona”, Rabu (18/11/2020).

  • Lonceng sapi

Lonceng sapi yang dapat dibeli di toko oleh-oleh di Swiss, ujar Ivo, biasa digantung di depan pintu masuk sehingga akan mengeluarkan bunyi jika ada tamu yang masuk.

Ivo mengatakan bahwa hal unik yang terdapat pada lonceng sapi tersebut adalah bagian atas bel memiliki bentuk keju. Adapun, keju merupakan salah satu hidangan khas Swiss.

Olehh-oleh khas Swiss - Lonceng sapi.SHUTTERSTOCK / OShuma Olehh-oleh khas Swiss - Lonceng sapi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com dari berbagai sumber, lonceng sapi tersedia dengan beragam bentuk bagian atas bel. Salah satunya adalah sebuah ikatan bak sabuk berlambangkan bendera Swiss.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, bagian loncengnya pun memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang beragam. Salah satunya adalah bentuk gelas anggur yang terbalik.

  • Coklat

Oleh-oleh kedua yang bisa dibeli oleh wisatawan adalah coklat Swiss yang tidak kalah populernya dengan keju.

“Swiss terkenal dengan coklat susu. Kalau di Swiss, coklat penemuan di abad ke-17. Bikin coklat dengan ditambah susu, sekarang ada tambahan buah dan liquor,” tutur Ivo.

Melansir The Culture Trip, coklat bermula di daerah Ticino yang letaknya di selatan Swiss dan berbatasan dengan Italia.

Baca juga: 5 Tips Liburan ke Swiss, Tak Perlu Bawa Banyak Baju Tebal

Kala itu pada abad ke-17, coklat bukanlah makanan mewah lantaran berpasir, kenyal, dan hampir tidak enak. Tidak lama kemudian, rasa coklat pun berubah berkat para perintis dan pengolah coklat Swiss.

Bahkan pada 1819, pabrik coklat pertama dibuka di Kota Vevey dan terletak di tepi Danau Jenewa atau dikenal dengan lac Leman dalam bahasa Perancis.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Terus Turun, Pemkab Semarang Harap Usaha Wisata Dapat Kelonggaran

Kasus Covid-19 Terus Turun, Pemkab Semarang Harap Usaha Wisata Dapat Kelonggaran

Travel Update
Ini Waktu Kunjungan Terbaik ke Merbabu View & Cafe, Bisa Lihat Sunset

Ini Waktu Kunjungan Terbaik ke Merbabu View & Cafe, Bisa Lihat Sunset

Jalan Jalan
Harga Menu, Fasilitas, hingga Jam Buka Merbabu View & Cafe

Harga Menu, Fasilitas, hingga Jam Buka Merbabu View & Cafe

Jalan Jalan
Merbabu View & Cafe, Wisata Baru di Kabupaten Semarang dengan Pemandangan Memukau

Merbabu View & Cafe, Wisata Baru di Kabupaten Semarang dengan Pemandangan Memukau

Jalan Jalan
Desa Wisata Mana Saja yang Sudah Siap Terima Wisatawan?

Desa Wisata Mana Saja yang Sudah Siap Terima Wisatawan?

Travel Update
Masih PPKM, Petugas Putar Balik Kendaraan Wisatawan yang Nekat Datang ke Gunungkidul

Masih PPKM, Petugas Putar Balik Kendaraan Wisatawan yang Nekat Datang ke Gunungkidul

Travel Update
Berapa Jumlah Desa Wisata di Indonesia?

Berapa Jumlah Desa Wisata di Indonesia?

Travel Update
Erix Soekamti Kembangkan Desa Wisata Nglinggo Secara Swadaya

Erix Soekamti Kembangkan Desa Wisata Nglinggo Secara Swadaya

Travel Update
5 Wisata Menarik di Gayo Takengon Aceh, Kunjungi Usai PPKM

5 Wisata Menarik di Gayo Takengon Aceh, Kunjungi Usai PPKM

Jalan Jalan
Syarat Karantina 14 Hari di Negara Lain untuk Umrah Bikin Biaya Lebih Mahal

Syarat Karantina 14 Hari di Negara Lain untuk Umrah Bikin Biaya Lebih Mahal

Travel Update
Syarat Umrah 2021 bagi Jemaah dari Indonesia, Karantina 14 Hari di Negara Lain

Syarat Umrah 2021 bagi Jemaah dari Indonesia, Karantina 14 Hari di Negara Lain

Travel Update
Masyarakat Indonesia Sudah Bisa Umrah Per 10 Agustus 2021, tetapi...

Masyarakat Indonesia Sudah Bisa Umrah Per 10 Agustus 2021, tetapi...

Travel Update
Daftar Stasiun KA Penyedia Layanan Vaksinasi Gratis, Mana Saja?

Daftar Stasiun KA Penyedia Layanan Vaksinasi Gratis, Mana Saja?

Travel Update
GLOW Kebun Raya Tawarkan Sensasi Jelajah Kebun Raya Bogor di Malam Hari

GLOW Kebun Raya Tawarkan Sensasi Jelajah Kebun Raya Bogor di Malam Hari

Jalan Jalan
5 Tips Wisata ke Glow Kebun Raya Bogor, Pakai Baju Putih

5 Tips Wisata ke Glow Kebun Raya Bogor, Pakai Baju Putih

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X