Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/11/2020, 10:40 WIB

KOMPAS.com – Kawasan puncak Gunung Slamet dilanda fenomena badai dan hujan es pada Minggu (22/11/2020).

“(Hujan es) akhir tahun baru kali ini, kemungkinan karena ada fenomena alam perubahan cuaca,” kata Ketua Pengelola Basecamp Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Saiful Amri, kepada Kompas.com, Selasa (24/11/2020).

Dia melanjutkan, hujan es di puncak Gunung Slamet sudah pernah terjadi. Kendati demikian, fenomena tersebut biasa terjadi pada pertengahan Februari.

Baca juga: Tren Pemesanan Hotel dalam 3 Bulan Terakhir, Booking Dadakan

Tidak hanya itu, hujan es pun merupakan fenomena yang tidak menentu meski pertengahan Februari kerap terjadi badai di puncak.

“Upaya antisipasi cuaca sebenarnya enggak khusus di hujan es. Pihak kami sudah beri arahan ketika briefing ke pendaki,” ungkap Saiful.

“Selain itu juga, kita beri selebaran cetak yang mengimbau pendaki untuk setop pendakian bila cuaca tidak bersahabat,” imbuhnya.

Bagi pendaki yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Slamet, Saiful menyarankan agar mereka memeriksa keadaan cuaca terlebih dahulu.

Adapun cuaca area basecamp dan cuaca di puncak gunung berbeda dan tidak mungkin sama, menurutnya.

“Banyak nomor yang bisa dihubungi terkait mencari tahu kondisi cuaca Gunung Slamet. Selain itu, siapkan fisik dan perlengkapan yang memadai,” ujar Saiful.

Baca juga: Pasca Pandemi Covid-19, Wisata Alam Bakal Jadi Primadona

Belakangan ini, dia mengatakan bahwa cuaca di area Gunung Slamet sedang tidak menentu di antara hujan dan cerah.

Beberapa waktu lalu, akun Instagram @pendakilawas menggunggah dua video milik akun @thole_sunset dan @zi_ftldth yang menunjukkan fenomena hujan es di Gunung Slamet.

Fenomena langka Hujan Es di Gunung Slamet, 22 November 2020. Pernah ngerasain?” seperti yang tertera dalam unggahan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+