Indonesia Jadi Pasar Penting untuk Pulihkan Industri Travel Singapura

Kompas.com - 27/11/2020, 09:15 WIB
Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu KOMPAS.com/ ERICSSEN Ikon wisata Singapura, Taman Merlion di distrik Marina Bay yang biasanya ramai dipadati turis terlihat sepi, Sabtu sore (11/04/2020). Hanya terlihat segelintir warga yang sedang berlari sore. Untuk melawan pandemi corona terutama kasus infeksi domestik yang melonjak, Singapura mengumumkan kebijakan circuit breaker atau separuh lockdown sejak Selasa (07/04/2020). Warga diminta berdiam diri di rumah dan hanya keluar untuk keperluan darurat atau esensial seperti berbelanja atau membeli makanan. Berolahraga masih diizinkan jika dilakukan sendiri atau dengan penghuni serumah dan jarak minimal 1 meter dijaga antara individu ke individu

KOMPAS.com – Pasar Indonesia sangat penting untuk memulihkan kembali industri travel di Singapura.

Itu karena jumlah turis asal Indonesia yang berkunjung ke Singapura adalah yang terbesar kedua setelah China.

“Berdasarkan data 2019, jumlah turis asal Indonesia mencapai 3,1 juta orang,” kata perwakilan Singapore Tourism Board Area Indonesia Mohamed Firhan Abdul Salam, dilansir dari Antara, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Travel Bubble Singapura-Hong Kong Ditunda

Akan tetapi, lanjut dia, dampak Covid-19 membuat penurunan hingga 99,9 persen untuk kedatangan turis asing karena perbatasan Singapura ditutup pada Februari 2020.

Sudah buka perbatasan, tetapi

Adapun, saat ini Singapura telah membuka perbatasan. Namun, kunjungan wisata belum bisa dilakukan.

Singapura hanya membuka diri untuk mereka yang mempunyai urusan bisnis penting atau perjalanan diplomatik dan kedinasan mendesak.

Perjalanan itu harus mendapat persetujuan dari pihak perusahaan Singapura atau agensi pemerintah.

Selain itu, waktu kunjungan terbatas, yakni hanya berlaku selama 10 hari dan tidak bisa diperpanjang.

Pemandangan Supertree Grove di Gardens By The Bay yang begitu indah di kala malamDok. Shutterstock Pemandangan Supertree Grove di Gardens By The Bay yang begitu indah di kala malam

“Harus di-endorse dan disetujui dulu sebelum mereka tiba di Singapura. Jadi sebeum mereka datang itu bikin permohonan atau perizinan dulu ke Singapura, atas dasar apa, meeting sama siapa, dan nanti di-review dulu,” ujar Firhan.

Ia melanjutkan bahwa setelah ditinjau dan disetujui, maka mereka yang akan berangkat bisa mengurus tiket dan keperluan lainnya.

Mereka yang mengadakan perjalanan juga harus sesuai dengan isi permohonan yang telah diajukan. Para turis tidak bisa sekalian liburan di tempat wisata atau belanja di mal.

Baca juga: Penumpang Jetstar Asia Bisa Kembali Transit di Singapura

Misal seseorang mengajukan acara tiga hari, ia harus langsung pulang begitu acara selesai. Ia tidak bisa sekalian bertemu teman atau keluarga, apalagi liburan di tempat wisata.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X