Panduan Lengkap Rute Road Trip ke Bali Naik Mobil Sendiri

Kompas.com - 28/11/2020, 07:08 WIB
Destinasi wisata Tanah Lot di Bali. DOK. KEMENPAREKRAFDestinasi wisata Tanah Lot di Bali.

KOMPAS.com – Road trip dengan kendaraan pribadi kini jadi salah satu cara bepergian paling aman di masa pandemi. Tak terkecuali untuk liburan ke Pulau Dewata, Bali.

Dengan adanya jalur Tol Trans Jawa, kamu bisa menempuh perjalanan ke Bali jauh lebih cepat dari sebelum adanya jalan tol.

Jika dulu perjalanan ke Bali bisa membutuhkan waktu hingga 48 jam, kini durasi perjalanan bisa berkurang setengahnya, bahkan menjadi kurang lebih 20 jam saja.

Rute Jakarta-Bali

Hal itu seperti yang dilakukan influencer Julian Ryan Karsten (29) atau yang akrab disapa JRyan. Agustus 2020 lalu, ia sempat liburan bersama ketiga sahabatnya ke Bali.

“Berangkat dari Jakarta sampai di Ubud, Bali kurang lebih 20 jam nonstop. Hanya berhenti di rest area untuk buang air kecil,” kata dia pada Kompas.com, Jumat (27/11/2020).

Saat itu ia berangkat dari Permata Hijau, Jakarta Selatan tanggal Kamis (27/8/2020) pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Cerita Harival Zayuka di Pulau Dewata, Ini 6 Syarat Liburan ke Bali

Mereka kemudian masuk ke Tol Dalam Kota dan masuk ke Tol Layang Baru yang ada di Tol Jakarta-Cikampek. Dari sana, mobilnya terus melaju mengikuti arah ke Tol Trans Jawa hingga keluar di Tol Probolinggo setelah menempuh jarak sekitar 900 kilometer.

Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan terus ke Pelabuhan Ketapang melewati Jalur Pantura. Sesampainya di Pelabuhan Ketapang, rombongan JRyan langsung menyebrang menggunakan kapal feri selama kurang lebih 40 menit.

Sampai di Pelabuhan Gilimanuk, ia dan rombongannya langsung menuju ke Sunset Road untuk mencari tempat makan. Kemudian ke Ubud untuk menginap di private vila VB. Mereka tiba di villa pukul 15.00 WIB keesokan harinya.

Rute Tangerang-Bali

Untuk rute lainnya adalah pengalaman Reymond Adnan Ibrahim (35). Saat itu ia menyetir mobilnya sendirian untuk menuju Bali dari Tangerang, Sabtu (25/1/2020), tepat di Hari Raya Imlek.

“Tujuan road trip saya waktu itu mau ngerasain Tol Trans Jawa dan pacar saya datang dari Italia,” kata Reymond pada Kompas.com, Kamis (26/11/2020).

Suasana di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (8/6). Antaranews Suasana di Dermaga Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (8/6).

Saat itu, ia melalui rute masuk ke Tol Jakarta-Merak melalui pintu tol Karawaci, Tangerang. Kemudian ia menyusuri jalan tol tersebut terus ke Tol Dalam Kota, Tol Jakarta-Cikampek, dan Tol Trans Jawa.

Ia lalu keluar lewat pintu tol Probolinggo. Dari sana, ia menggunakan Jalur Pantura hingga mencapai Banyuwangi, tepatnya di Pelabuhan Ketapang. Dari sana, ia menyeberang menggunakan Kapal Feri hingga mencapai Bali.

Baca juga: Liburan ke Bali, Ini 3 Rekomendasi Tempat Makannya

Reymond membutuhkan waktu kurang lebih 48 jam ketika perjalanan pergi karena mobilnya mengalami kendala. Ia pun memutuskan berhenti di Salatiga dan menginap selama satu malam.

“Kalau pulang saya langsung berhenti satu jam di tempat pemberhentian di Semarang. Pas pulang (durasinya) 26 jam kurang lebih,” tutur dia.

Reymond menggunakan jalur yang sama untuk perjalanan pulang.

Rute Kendal-Bali

Jika kedua rute tadi berawal dari Jakarta dan Tangerang, kali ini adalah rute perjalanan ke Bali berawal dari Kendal, Jawa Tengah.

Nyi Penengah Dewanti (32) pada awal Februari 2020 sempat melakukan perjalan mudik ke Bali bersama keluarga besarnya.

Saat itu ia menggunakan jalur non-tol yakni Jalur Pantura untuk perjalanan pergi. Mengawali perjalanan dari Kendal, ia pun terus melaju ke Semarang-Demak-Kudus-Pati-Rembang-Tuban-Lamongan-Gresik-Surabaya-Bangil-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.

Di Banyuwangi, ia menyeberang ke Bali dari Pelabuhan Gilimanuk. Dari sana, ia pun terus melaju ke Belimbing Sari-Negara-Pulukan, dan terus hingga ke Selemadeg di Tabanan, tempat rumah keluarganya berada.

ILUSTRASI - Turis asing di Nusa Penida, Bali.Dok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf ILUSTRASI - Turis asing di Nusa Penida, Bali.

“Perjalanan habis Dzuhur, jam 13.00 WIB. Sampai Bali jam 14.00 WITA kurang lebih 24 jam,” kata Nyi.

Ia dan keluarganya tak melakukan pemberhentian di perjalanan, kecuali untuk istirahat makan.

Untuk perjalanan pergi, Nyi mengaku tidak menggunakan Jalan Tol Trans Jawa karena ingin perjalanan yang santai dan tidak terburu-buru.

Baca juga: Catat, GWK Cultural Park di Bali Buka Lagi pada 4 Desember 2020

Sementara untuk perjalanan pulang, ia menggunakan rute yang sedikit berbeda. Dari Bali terus menuju ke Pelabuhan Gilimanuk hingga Pelabuhan Ketapang. Dari Banyuwangi, menelusuri Jalur Pantura hingga Probolinggo.

Barulah dari Probolinggo menggunakan Jalan Tol Trans Jawa melalui rute Surabaya. Terus ke Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Sragen, Boyolali, Salatiga, Semarang, hingga sampai di Kendal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X