6 Tips Pilih Penginapan di Bali Saat Road Trip

Kompas.com - 28/11/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi Villa di Bali. ArsitagIlustrasi Villa di Bali.


KOMPAS.com – Di masa pandemi seperti ini, memilih akomodasi menginap bisa dibilang perlu perhatian lebih.

Selain untuk memastikan tempatnya nyaman dan bujet cukup, protokol kesehatan yang ketat kini jadi faktor penting lainnya.

Bagi kamu yang ingin mencoba liburan dengan cara road trip ke Bali naik kendaraan pribadi, simak tips berikut dalam memilih penginapan di Bali:

1. Pilih villa privat

Influencer Julian Ryan Karsten (29) atau yang akrab disapa JRyan menyarankan untuk memilih penginapan berjenis villa privat.

“Karena kami meminimalisasi ketemu orang asing. Villa tersebut ada empat kamar, kolam renang, bungalow, taman. Dan itu khusus kita berempat saja tanpa orang lain,” kata dia kepada Kompas.com, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Cerita Wisatawan ke Bali, Menginap di Villa 9 Hari Cuma Bayar Rp 6,5 Juta

Dengan villa privat yang benar-benar khusus untuk ia dan rombongannya, JRyan merasa lebih aman daripada menginap di hotel karena tidak bertemu orang lain selain rombongan mereka.

Berbeda dengan di hotel yang masih memungkinkan untuk bertemu dengan orang asing, seperti tamu lainnya atau para pekerja hotel.

2. Cari lokasi yang tidak ramai

Selanjutnya adalah mencari lokasi penginapan yang tidak ramai. Saat berlibur ke Bali pada 27 Agustus–1 September 2020, ia memilih Ubud sebagai lokasi ia menginap.

Alasannya, Ubud bukan merupakan kawasan yang terlalu ramai di Bali. Berbeda seperti Denpasar atau Kuta.

“Kawasan villanya pun berjauhan dengan tetangga-tetangganya. Jadi aku sama teman aku memang mau liburan, tapi meminimalisasi ketemu orang,” tutur dia.

2 kamar tamu yang ada di lantai atas dan bawah dipisahkan dengan bilah dinding dengan kamar lainnya di The Tiing Hotelnicbrunsdon.com 2 kamar tamu yang ada di lantai atas dan bawah dipisahkan dengan bilah dinding dengan kamar lainnya di The Tiing Hotel

Senada dengan JRyan, Reymond Adnan Ibrahim (35) yang sempat road trip ke Bali pada awal Februari 2020 lalu menyarankan untuk mencari kawasan yang memiliki tempat parkir nyaman.

“Tempat yang murah di Bali banyak di daerah Legian. Tapi kalau kalian membawa mobil sendiri harus diperhatikan tempatnya menyediakan parkiran atau tidak. Di daerah Kuta, sudah susah untuk cari parkiran,” kata Reymond pada Kompas.com, Jumat (27/11/2020).

3. Protokol kesehatan yang ketat

Poin paling penting adalah memastikan penginapan yang kita pilih sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Saat itu, JRyan mengaku ia mengenal pemilik villa yang ia tempati, sehingga bisa leluasa bertanya soal protokol kesehatan. Ia pun lebih yakin bahwa protokol kesehatan dan kebersihannya dijaga dengan baik.

Baca juga: Hotel di Bali Sabet Penghargaan Desain Hotel Terbaik Tahun 2020

Untuk memastikannya, kamu bisa cek review penginapan tersebut di media sosial atau aplikasi online travel agent (OTA) yang kamu gunakan. Kamu juga bisa menelepon langsung penginapan tersebut untuk memastikan seketat apa protokolnya.

4. Coba apartemen

Jika JRyan lebih memilih villa privat, lain halnya dengan Reymond. Saat itu ia tinggal liburan di Bali selama kurang lebih satu bulan. Karena waktunya cukup panjang, ia pun memilih untuk tinggal di apartemen.

Selain lebih enak dan nyaman, bisa juga menghemat bujet karena tarifnya tak akan semahal hotel atau villa biasa. 

5. Cari harga promo

Harga yang murah dan sesuai di kantong jadi pertimbangan selanjutnya. Untuk mencari penginapan dengan harga murah, kamu perlu mencari periode-periode promo yang sering diselenggarakan OTA.

Kamu juga bisa coba cek situs resmi penginapan tersebut. Biasanya di masa-masa seperti ini, mereka akan mengurangi rate per malam jadi lebih murah. 

Alas Kedaton, Tabanan, BaliShutterstock/edusma7256 Alas Kedaton, Tabanan, Bali

Cari juga tanggal yang tepat, hindari hari-hari libur panjang atau weekend yang sering digunakan banyak orang untuk liburan.

Reymond menyarankan menggunakan aplikasi Airbnb untuk mencari tempat dengan harga murah.

Sementara JRyan memilih penginapan yang baru dibuka pada bulan September 2020, bertepatan dengan periode ia liburan. Penginapan yang baru dibuka biasanya mengeluarkan harga promo.

Seperti yang ia dapatkan, villa privat tersebut memiliki rate promo yakni Rp 2,5 juta per malam yang bisa dibilang cukup murah untuk ukuran villa privat di Ubud, Bali.

6. Pilih yang punya fasilitas lengkap

Fasilitas lengkap jadi pertimbangan lainnya dalam memilih penginapan. Menurut Reymond, jika akan tinggal cukup lama di Bali kamu bisa mempertimbangkan untuk tinggal di apartemen, salah satunya karena fasilitasnya yang lengkap.

“Sudah tersedia kitchen set, jadi bisa masak sendiri, sehingga bisa menghemat bujet juga,” terang dia.

Senada dengan Reymond, JRyan juga memilih villa privat yang punya fasilitas sangat lengkap. Mulai dari kolam renang pribadi, dapur untuk masak, taman, area makan, bungalow untuk kumpul-kumpul, sampai alat barbekyu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X