Kompas.com - 29/11/2020, 19:23 WIB
Ilustrasi Italia - Basilica of San Domenico di Perugia, Umbria, Italia. SHUTTERSTOCK / Henryk SaduraIlustrasi Italia - Basilica of San Domenico di Perugia, Umbria, Italia.

"Bayangkan apa yang akan terjadi jika Anda di bisnis perjalanan, Anda harus sasar bisnis domestik dulu,” sambung Hamid.

Kondisi industri pariwisata global

Saat ini, Hamid mengatakan bahwa kondisi industri pariwisata global terlihat tidak terlalu baik lantaran banyak pembatalan yang terjadi.

Mulai dari penerbangan yang terjadi tidak sebanyak sebelum pandemi Covid-19, sejumlah perusahaan tutup, hingga hotel-hotel yang tidak memiliki pendapatan sama sekali.

Selain itu, pertemuan-pertemuan asosiasi internasional di Asia—sektor kecil dalam industri pariwisata—kehilangan lebih dari 7 miliar dollar AS selama 2020.

Baca juga: Wisata Batu So’on di Bondowoso, Batu Mirip Stonehenge yang Misterius

“Lebih dari 14.000 pertemuan asosiasi internasional yang biasanya dilakukan dari satu destinasi ke destinasi lain, termasuk Indonesia, telah ditunda, dimajukan pelaksanaannya, dibatalkan, dan dilakukan secara virtual,” sambung Hamid.

Meski begitu, dia tetap positif lantaran banyak dari pertemuan tersebut ditunda. Artinya, saat situasi sudah normal dan perjalanan diizinkan kembali, pertemuan tetap akan dilaksanakan di masa depan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X