Erupsi Gunung Semeru, Wisata Gunung Bromo Tetap Buka

Kompas.com - 03/12/2020, 09:09 WIB
Wisatawan berkuda di kawasan Gunung Bromo Dok. Biro Komunikasi Publik KemenparekrafWisatawan berkuda di kawasan Gunung Bromo


KOMPAS.com – Wisata Gunung Bromo dipastikan tetap buka dan beroperasi secara normal menyusul terjadinya erupsi Gunung Semeru pada Selasa (1/12/2020) dini hari.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Sub-Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) Sarif Hidayat ketika dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (2/12/2020).

“Aktivitas Bromo tidak terdampak dengan fluktuasi Semeru. Masih kondusif, demikian juga kunjungan wisata tidak terpengaruh. Masih tetap bisa dikunjungi untuk wisata,” kata dia.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Kawasan Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Wisata Bromo kembali dibuka sejak 28 Agustus 2020 setelah sebelumnya sempat tutup akibat pandemi Covid-19.

Kini kuota wisatawan yang diperbolehkan untuk berkunjung per hari adalah 1.634 wisatawan yang dibagi ke beberapa titik di wisata Bromo.

Pada Bukit Cinta, diperbolehkan maksimal 56 orang per hari dan Penanjakan sebanyak 339 per hari. Kemudian di Bukit Kedaluh maksimal pengunjung ditetapkan sebesar 172 orang per hari.

Wisatawan berburu sunrise Gunung Bromo di view point bukit Penanjakan Pasuruan Jawa Timur, Sabtu (3/10/2020).KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL Wisatawan berburu sunrise Gunung Bromo di view point bukit Penanjakan Pasuruan Jawa Timur, Sabtu (3/10/2020).

Sementara kuota kunjungan ke Mentingen maksimal 200 orang per hari, dan untuk Savana Teletubies diperbolehkan 867 orang per hari.

Kunjungan tersebut tetap dilakukan pemantauan ketat terhadap protokol kesehatan yang berlaku, di antaranya adalah wajib memakai masker, membawa cairan pembersih tangan, serta memperhatikan kriteria kebersihan dan keamanan.

Termasuk membawa surat keterangan sehat dari dokter atau hasil tes cepat Covid-19 yang masih berlaku.

Sebelumnya, Gunung Semeru meletus dan mengeluarkan awan panas pada Selasa (1/12/2020) mulai pukul 01.23 WIB. Letusan itu kemudian diikuti oleh rentetan letusan beberapa jam setelahnya.

Baca juga: Estimasi Biaya ke Bromo dari Yogyakarta Naik Transportasi Umum

Erupsi Gunung Semeru juga menyebabkan ditutupnya aktivitas pendakian di Gunung Semeru kembali ditutup mulai Senin (1/12/2020) hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Dalam unggahan di Instagram @bbtnbromotenggersemeru, tertera Surat Pengumuman Nomor: PG.10/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/11/2020.

Dalam surat tersebut tertulis penutupan aktivitas pendakian secara total ini berdasarkan peningkatan aktivitas Gunung Semeru berdasarkan laporan yang disampaikan Pos Gunung Api (PGA) di Gunung Sawur Kabupaten Lumajang per Sabtu (28/11/2020).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X