Tour de Singkarak akan Digelar Lagi Tahun 2021, Diminati Pebalap Eropa

Kompas.com - 03/12/2020, 18:15 WIB
Para pebalap melintasi Tebing Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, dalam etape kelima Tour de Singkarak, Rabu (7/10/2015). Dalam etape ini, para pebalap menempuh jarak 164 kilometer. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOPara pebalap melintasi Tebing Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat, dalam etape kelima Tour de Singkarak, Rabu (7/10/2015). Dalam etape ini, para pebalap menempuh jarak 164 kilometer.

KOMPAS.com - Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) berencana menggelar lagi Tour de Singkarak (TdS) pada tahun 2021. 

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial mengungkapkan, keputusan menggelar kembali TdS 2021 disambut baik para pebalap sepeda nasional dan internasional.

Menurut Novrial, salah satu alasan respon positif itu lantaran banyak ajang balap sepeda di negara lain belum dibuka, satu di antaranya yakni Tour de Langkawi.

"Makanya peserta yang mendaftar sudah relatif banyak dan ada tim-tim baru seperti dari Perancis, Belanda, Jerman, Kazakhstan dan lain-lain," katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/12/2020).

Baca juga: Tour de Singkarak akan Digelar Lagi Tahun 2021?

Ajak daerah lain

Novrial mengungkapkan, sama seperti TdS 2019, Provinsi Jambi juga ikut serta dalam TdS 2021. Daerah lain yang sudah diajak secara formal untuk ikut serta, yakni Riau dan Bengkulu.

"Kalau nanti beberapa provinsi lain di Sumatera juga bersedia ikut, Pemprov Sumbar sudah minta untuk kembali difasilitasi pemerintah pusat," kata Novrial.

"Karena sudah lintas provinsi, dan sesuai tagline yakni Connecting Sumatra," lanjutnya.

Baca juga: Bersepeda Sambil Nikmati Alam dan Budaya Minang di Tour de Singkarak 2019

Sesuai protokol kesehatan

Sementara itu, terkait protokol kesehatan Covid-19, Novrial mengakui akan menyesuaikan penyelenggaraan dengan situasi saat itu. 

Salah satu rencana yang akan dilaksanakan yakni mengurangi rute jika situasi pandemi Covid-19 masih belum terkendali.

"Harapannya, pertama tentu pandemi sudah bisa atasi.," kata Novrial.

"Tapi kalau masih ada, tentu kita komitmen untuk melaksanakannya dengan protokol kesehatan yang ketat. Kebetulan di Sumbar sudah ada Perda No 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru," lanjutnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X