City Hall Sarajevo, Ikon Bosnia dan Herzegovina yang Sempat Hancur

Kompas.com - 08/12/2020, 14:20 WIB
Vijecnica atau City Hall Sarajevo setelah proses pemugaran selesai Dok. vijecnica.baVijecnica atau City Hall Sarajevo setelah proses pemugaran selesai


KOMPAS.com – City Hall atau Vijecnica yang ada di Sarajevo, Bosnia-Herzegovina adalah salah satu ikon negara tetangga Kroasia tersebut.

Dalam sesi Travel Virtual Tour Bosnia-Herzegovina yang diadakan Kompas.com dan Avia Tour, Sabtu (5/12/2020), tour guide Retno mengajak para peserta melihat city hall (balai kota) tersebut secara lebih dekat.

Menurut Retno, Vijecnica pertama kali dibangun pada tahun 1891. Tepatnya pada masa pemerintahan Austro-Hongaria yang masih berkuasa kala itu di Bosnia-Herzegovina.

“Gedung ini digunakan pada saat itu untuk gedung pemerintahan dan akhirnya diserahkan pada pemeritnah Yugoslavia kemudian dijadikan sebagai perpustakaan nasional,” jelas Retno.

Baca juga: Perang Dunia I Meletus karena Peristiwa di Tempat Ini

Bangunan ini diawasi pembangunannya oleh Alexander Wittek yang menawarkan gaya Pseudo Moorish untuk desain bangunan ini. Gaya tersebut dianggap jadi perpaduan yang pas antara Timur dan Barat.

Setelah melalui lima tahun pembangunan, akhirnya Vijecnica pun dibuka pada 1896. Sejak itu bangunan ini jadi salah satu bangunan paling penting di Sarajevo.

Vijecnica atau City Hall setelah kebakaran dan pengeboman saat Perang Bosnia tahun 1992Dok. vijecnica.ba Vijecnica atau City Hall setelah kebakaran dan pengeboman saat Perang Bosnia tahun 1992

Sempat hancur saat perang

Vijecnica sempat melalui sejarah kelam. Setelah Perang Dunia II, bangunan ini dialihfungsikan dari gedung pemerintahan menjadi Perpustakaan Nasional dan Perpustakaan Universitas Bosnia dan Herzegovina oleh Pemerintah Yugoslavia saat itu.

“Namun sayangnya pada tahun 1992, city hall ini terbakar selama peperangan. Jutaan buku-buku dan manuskrip ikut musnah terbakar,” tutur Retno.

Baca juga: Museum Mabuk Dibuka di Kroasia, Koleksinya Unik!

Peperangan yang dimaksud adalah Perang Bosnia yang berlangsung pada 1992-1995. Konflik ini melibatkan Bosnia dan Yugoslavia. Tepatnya perang antara etnis Serbia dan Kroasia.

Dalam kebakaran tersebut, jutaan buku dan manuskrip ikut musnah terbakar. Proses pemugarannya kemudian dimulai pada 1995, setelah perang berakhir. Namun akibat beberapa hal, proses tersebut baru selesai pada tahun 2014.

“Saya ingat sekali ketika saya masih datang pertama kali tahun 2002, City Hall ini betul-betul terbakar. Masih terlihat jejak habis terbakar, tinggal hanya puing saja waktu itu,” tutur Retno.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Cagar Budaya di Jawa Tengah Tutup Sementara, Mana Saja?

Wisata Cagar Budaya di Jawa Tengah Tutup Sementara, Mana Saja?

Whats Hot
Museum Smithsonian di AS Kumpulkan Artefak dari Kerusuhan Capitol

Museum Smithsonian di AS Kumpulkan Artefak dari Kerusuhan Capitol

Whats Hot
5 Tempat Glamping di Bogor yang Asyik, Pas untuk Libur Akhir Pekan

5 Tempat Glamping di Bogor yang Asyik, Pas untuk Libur Akhir Pekan

Jalan Jalan
6 Resor Mewah di Tepi Sungai Ayung, Bali yang Mendamaikan

6 Resor Mewah di Tepi Sungai Ayung, Bali yang Mendamaikan

Jalan Jalan
Bepergian ke Singapura Saat Pandemi Covid-19, Ini yang Perlu Diketahui

Bepergian ke Singapura Saat Pandemi Covid-19, Ini yang Perlu Diketahui

Whats Hot
Daftar Maskapai Penerbangan Teraman di Dunia Tahun 2021

Daftar Maskapai Penerbangan Teraman di Dunia Tahun 2021

Whats Hot
Patuhi Protokol Kesehatan Saat Bepergian meski Sudah Divaksin, Ini Alasannya

Patuhi Protokol Kesehatan Saat Bepergian meski Sudah Divaksin, Ini Alasannya

Whats Hot
Inggris Raya Tutup Semua Koridor Perjalanan Mulai 18 Januari 2021

Inggris Raya Tutup Semua Koridor Perjalanan Mulai 18 Januari 2021

Whats Hot
Virtual Tur Ini Bawa Kamu Jalan-jalan ke The Metropolitan Museum of Art di AS

Virtual Tur Ini Bawa Kamu Jalan-jalan ke The Metropolitan Museum of Art di AS

Whats Hot
Coba Paket Wisata Live In agar Puas Jelajah Desa Asal Muasal Angkringan

Coba Paket Wisata Live In agar Puas Jelajah Desa Asal Muasal Angkringan

Jalan Jalan
Panduan Lengkap ke Kebun Buah Mangunan, Negeri Atas Awan di Yogyakarta

Panduan Lengkap ke Kebun Buah Mangunan, Negeri Atas Awan di Yogyakarta

Travel Tips
13 Hal yang Perlu Diketahui Soal Turbulensi Pesawat

13 Hal yang Perlu Diketahui Soal Turbulensi Pesawat

Travel Tips
16 Lokasi Layanan Rapid Test Antigen dari Lion Air Group dan Jadwalnya

16 Lokasi Layanan Rapid Test Antigen dari Lion Air Group dan Jadwalnya

Whats Hot
Sempat Diterjang Lahar Dingin Semeru, Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Sempat Diterjang Lahar Dingin Semeru, Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Buka

Whats Hot
Data Pegipegi: Tren Staycation Meningkat Selama Libur Nataru 2020/2021

Data Pegipegi: Tren Staycation Meningkat Selama Libur Nataru 2020/2021

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X