Kompas.com - 08/12/2020, 17:05 WIB


KOMPAS.com – Siprus jadi negara pertama yang mengizinkan wisatawan yang sudah divaksin untuk tidak menjalankan karantina dan tak perlu menjalani tes Covid-19.

Dilansir dari Travel Daily Media, Siprus yang dihapuskan dari daftar travel corridor Inggris Raya pada Oktober 2020, mengumumkan bahwa aturan baru ini akan dilakukan mulai Maret 2021.

Menteri Perhubungan Siprus Yiannis Karousos mengatakan bahwa semua orang yang datang dan bisa menunjukkan bahwa mereka sudah mendapatkan vaksin, maka mereka tidak perlu lagi menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 saat kedatangan.

Baca juga: Akan Ada CommonPass untuk Mudahkan Perjalanan Internasional, Apa Itu?

“Rencana ini diharapkan bisa mendorong lebih jauh minat maskapai penerbangan untuk membuka penerbangan tambahan ke Siprus, meningkatkan konektivitas dan jumlah penumpang,” ujar dia.

Pengumuman ini jadi bagian sistem empat tahap baru, yakni negara hijau, oranye, merah, dan abu-abu yang menentukan risiko serta aturan masuk berbeda.

Inggris Raya saat ini masuk ke dalam kategori negara B yang akan menjadi tahap oranye dalam sistem baru.

Ilustrasi Siprus.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Siprus.

Aturan baru ini membuat semua orang yang datang dari Inggris Raya untuk bisa menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif.

Selain itu, pemerintah Inggris Raya juga menerapkan aturan karantina dua minggu yang ketat untuk mereka yang baru kembali ke negara tersebut.

Sementara itu, semua wisatawan yang belum divaksinasi masih harus mengikuti aturan pembatasan perjalanan ketika berkunjung ke Siprus.

Siprus akan menghentikan pembatasan perjalanan berupa bukti tes negatif Covid-19 pada mereka yang sudah divaksin.

Baca juga: WHO Pertimbangkan Sertifikat Vaksinasi Elektronik untuk Perjalanan

Sebelumnya, maskapai penerbangan Qantas mengumumkan bahwa hanya penumpang yang sudah divaksinasi saja yang bisa naik ke pesawat mereka ketika vaksin sudah diberlakukan dalam skala besar.

Vaksin ini, yang akan diluncurkan di Inggris kepada staf NHS dan panti jompo mulai minggu depan, telah memberikan harapan bagi industri pariwisata.

Namun, beberapa negara lain masih belum menjelaskan bagaimana vaksin akan mengubah pembatasan perjalanan sana. Masih banyak negara yang mungkin akan meneruskan ketentuan bukti tes negatif atau pemberlakuan karantina wajib selama dua minggu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.