Kompas.com - 10/12/2020, 10:45 WIB
Situs Budaya Lambanapu di Kabupaten Sumba Timur KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERESitus Budaya Lambanapu di Kabupaten Sumba Timur

KOMPAS.com - Situs Budaya Lambanapu berada di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.

Lokasi situs itu berjarak sekitar 10 meter dari Kota Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur. Wisata Sumba Timur ini berada di antara permukiman warga setempat.

Sejak tahun 2016 lalu, para arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melakukan penggalian pada sebuah situs purba diperkirakan berusia 2.000 sampai 3.000 tahun.

Selama penelitian di situs tersebut, beragam hal ditemukan. Satu di antaranya, analisis tentang temuan di situs Lambanapu tersebut adalah tentang jejak leluhur orang Indonesia khususnya Sumba.

Dalam situs itu, terdapat beberapa kotak yang berisi kerangka manusia, hewan, tempayan kubur atau wadah jenazah yang terbuat dari tanah liat, mangkok dari perunggu yang menjadi wadah kubur, manik-manik dan muti.

Semua barang-barang sejarah itu, disimpan di sebuah rumah ukuran sangat sederhana yang dijaga oleh seorang warga bernama Andreas Maramba Didi.

Baca juga: Bukit Persaudaraan di Sumba Timur, Indahnya Persawahan dan Sunset

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu kotak ekskavasi yang digali dari situs Lambanapu, NTT tahun 2016 Salah satu kotak ekskavasi yang digali dari situs Lambanapu, NTT tahun 2016
Penelitian pun dilanjutkan kembali pada tahun 1994, 2004, 2016 dan yang terakhir 2018.

Setelah penelitian ini diumumkan pada 2019 lalu, sejumlah warga dari berbagai daerah, berdatangan ke tempat ini untuk melihat langsung.

Puncaknya pada Desember 2019 lalu, situs budaya Lambanapu ini dijadikan sebagai Rumah Peradaban Sumba oleh pemerintah setempat.

Namun sayangnya kata Andreas, pemerintah daerah setempat kurang mempromosikan wisata Sumba tersebut. Bukan hanya itu saja, lokasi sekitar situs ini juga tidak ditata baik.

"Bahkan rumah tempat untuk menyimpan kerangka manusia dan sebagainya ini dibangun oleh sebuah yayasan asal Jakarta," ungkap Andreas.

Dia berharap, pemerintah daerah bisa segera membantu mempromosikan tempat sejarah ini.

"Kita harap situs ini, bisa menjadi salah satu destinasi arkeologi yang nantinya menarik wisatawan untuk berkunjung ke Lambanapu," kata Andreas.

Baca juga: Tak Murni Pribumi, Kerangka Situs Lambanapu Bukti Percampuran Ras Sejak 2.000 Tahun Lalu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.