BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan RedDoorz

Sambut Libur Akhir Tahun, RedDoorz Luncurkan #AmannyaPASS dan Tebar Promo Menarik

Kompas.com - 11/12/2020, 11:08 WIB
Salah satu properti RedDoorz Dok. RedDoorzSalah satu properti RedDoorz
|

KOMPAS.com - Penerapan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau new normal memberi angin segar bagi para penggemar traveling, terlebih momen libur akhir tahun tinggal menghitung hari.

Hal tersebut diperkuat oleh hasil survei “'Coronavirus & Traveling Intentions 2020” dari JAKPAT. Pada survei itu, 56 persen responden masih berminat melakukan perjalanan domestik tahun ini.

Meski demikian, banyak masyarakat masih merasa ragu untuk berlibur di akhir tahun. Sebab, mereka merasa kesulitan untuk menemukan akomodasi yang higienis agar dapat berlibur dengan aman dan nyaman.

Situasi tersebut membuat liburan di sekitar kota tempat tinggal dan tidak melibatkan banyak kontak fisik dengan orang lain menjadi salah satu tren yang diminati masyarakat. Salah satunya adalah staycation.

“Rasa jenuh berbulan-bulan di rumah mendorong staycation menjadi tren pariwisata,” kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran seperti diwartakan Kompas.com (30/5/2020).

Staycation adalah liburan singkat di dalam kota dan dekat lokasi tempat tinggal. Biasanya, alternatif liburan ini dilakukan masyarakat yang memiliki waktu senggang terbatas untuk mengusir rasa jenuh.

Selain itu, staycation juga populer karena relatif tidak melibatkan banyak orang dan lokasinya dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi sehingga dinilai aman.

Akan tetapi, pemilihan akomodasi untuk staycation tetap harus diperhatikan. Baik hotel hemat atau apartemen, pastikan properti penginapan yang disewa telah menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Agar memudahkan, akomodasi penginapan untuk staycation dapat dipilih melalui platform pemesanan dan manajemen hotel digital.

Selain simpel dalam pemesanan dan pembayaran, platform ini biasanya menyediakan penginapan yang telah menerapkan protokol kesehatan dan standar higienis yang tinggi. Salah satu platform yang dapat digunakan adalah RedDoorz.

Luncurkan #AmannyaPASS

Demi memberikan rasa aman saat staycation, RedDoorz meluncurkan kampanye #AmannyaPASS. Kampanye ini bertujuan untuk memberikan traveler pengalaman menginap yang tenang dengan memastikan protokol kesehatan yang terstandardisasi dan harga terjangkau.

Kampanye tersebut juga merupakan bagian dari komitmen RedDoorz untuk mendukung program pemulihan pariwisata domestik yang diusung pemerintah.

Kampanye #AmannyaPASS dari RedDoorz IndonesiaDok. RedDoorz Kampanye #AmannyaPASS dari RedDoorz Indonesia

Country Marketing Director RedDoorz Indonesia  mengatakan, RedDoorz memahami bahwa masyarakat membutuhkan jaminan akomodasi yang tersanitasi dengan baik agar merasa aman dan nyaman saat berlibur di akhir tahun.

“Oleh karena itu, kami menghadirkan kampanye #AmannyaPASS beserta program sertifikasi RedDoorz HygienePass. Kami percaya, #AmannyaPASS akan menjadi solusi perjalanan untuk mereka yang ingin safecation (berlibur aman) bersama orang keluarga dan orang terkasih,” kata Sandy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (6/12/2020).

Sebagai informasi, HygienePass adalah sertifikasi untuk sanitasi hotel atau akomodasi dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Program yang diluncurkan pada Juli 2020 tersebut bertujuan untuk membangun kepercayaan masyarakat pada perhotelan dengan memudahkan para pelanggan mengenali properti yang sudah tersertifikasi.

Selain itu, HygienePass dilakukan untuk meyakinkan para pelanggan bahwa mereka menginap di hotel yang mengimplementasikan dan menjaga serangkaian protokol kebersihan serta kesehatan, terlebih program ini telah diakui oleh ahli kesehatan masyarakat secara independen.

“Saat ini, sudah ada lebih dari 700 mitra properti RedDoorz yang tersertifikasi HygienePass dan lebih dari setengah juta tamu yang menginap di properti ini,” ujar Sandy.

Selebritas sekaligus travel content creator, Gading Marten, turut mengapresiasi kampanye #AmannyaPASS yang diusung RedDoorz. Ia mengatakan, penginapan yang telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik adalah hal pertama yang menjadi prioritas saat berlibur.

“Itu alasan mengapa saya sangat senang dengan usaha RedDoorz dalam menyediakan akomodasi yang bersih, higienis, dan nyaman. Sebagai penggemar traveling, saya sangat menantikan kesempatan untuk berwisata tanpa rasa khawatir terpapar Covid-19,” imbuh Gading.

Tebar promo menarik

Tak hanya menawarkan pengalaman staycation aman, RedDoorz juga menghadirkan promo menarik, yakni TravelFest 12.12 sebagai bagian dari kampanye #AmannyaPASS.

Melalui promo tersebut, pelanggan dapat menikmati diskon kamar hingga 30 persen, flash sale 40 persen, serta program Crazy Flash Sale sebesar Rp 12.000 untuk masa booking 12-13 Desember 2020 dan masa menginap hingga 31 Januari 2021.

Selain itu, TravelFest 12.12 juga menyediakan 12 kamar gratis untuk 12 orang pelanggan yang beruntung.

Sandy mengatakan, RedDoorz turut berpartisipasi dalam festival iDEA Harbolnas 12.12. Pegelaran ini merupakan bentuk perayaan Hari Belanja Online (Harbolnas) yang diselenggarakan Asosiasi e-Commerce Indonesia (iDEA) sejak 2019.

“Kami dengan bangga menyampaikan bahwa RedDoorz merupakan satu-satunya platform manajemen pemesanan hotel online yang bergabung dengan festival ini,” kata Sandy.

Sandy menambahkan, partisipasi RedDoorz dalam festival tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu pemilik hotel lokal dalam meningkatkan jumlah okupansi kamar di tengah pandemi.

Temukan informasi lengkap mengenai kampanye #AmannyaPASS dan TravelFest 12.12 di aplikasi dan situs RedDoorz.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya