Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mitos Jembatan Mostar di Bosnia Herzegovina, Jadi Spot Loncat ke Sungai

Kompas.com - 14/12/2020, 12:29 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Stari Most atau yang juga dikenal sebagai Jembatan Mostar adalah salah satu ikon Kota Mostar di Negara Bosnia dan Herzegovina.

Dalam sesi Travel Virtual Tour Kompas.com dan Avia Tour pada Sabtu (5/12/2020), salah satu lokasi yang dikunjungi para peserta adalah Kota Mostar.

Jembatan Stari Most sendiri memiliki arti jembatan tua. Jembatan ini dibangun pada abad ke-16 pada masa kekuasaan Turki Ottoman. Jembatan yang terlihat megah ini melintang di atas Sungai Neretva dan menghubungkan dua bagian Kota Mostar.

Baca juga: Ada Masjid Istiqlal di Bosnia, Hadiah dari Presiden Soeharto

Jembatan ini didesain Mimar Hayruddin yang juga murid dari arsitek terkenal Mimar Sinan. Pembangunannya dimulai pada 1557 dan butuh sembilan tahun untuk menyelesaikannya.

Bentuknya sederhana, membentuk busur setinggi 24 meter dengan panjang jembatan 30 meter dan lebar 4 meter. Di bagian ujungnya, ada dua menara yang jadi pintu masuk ke arah jembatan.

Jalanan di Old Town Mostar dengan latar belakang gunung dan jejeran toko suvenir serta kafeShutterstock/Nightman1965 Jalanan di Old Town Mostar dengan latar belakang gunung dan jejeran toko suvenir serta kafe

Sayangnya akibat konflik 1990-an di Bosnia dan Heregovina, banyak bagian kota bersejarah ini yang hancur, termasuk jembatan Stari Most.

Namun perlahan, jembatan tersebut telah dibangun kembali. Pembangunan selesai tahun 2004 dan masih menjadi daya tarik hingga kini.

Tantangan terjun ke sungai

Jembatan Stari Most juga jadi lokasi para pemuda lokal untuk melakukan tradisi mereka. Para pemuda biasanya akan minum-minum dan berkumpul sebelum mereka terjun ke sungai dari atas jembatan.

Baca juga: Wisata Religi Umat Katolik di Medjugorje, Bosnia Herzegovina

Konon jika mereka tidak terjun ke sungai dari titik tertinggi jembatan Stari Most, mereka akan sulit menemukan pekerjaan. Hal itu juga jadi ujian keberanian bagi para pemuda lokal.

Lama kelamaan, tidak hanya para pemuda lokal saja yang terjun dari jembatan. Para wisatawan juga banyak yang membayar para pemuda lokal untuk memberi kursus seputar cara terjun yang baik dan benar.

Air mancur di Masjid Koski Mehmed Pasa di Mostar, Bosnia dan HerzegovinaShutterstock/Michael Paschos Air mancur di Masjid Koski Mehmed Pasa di Mostar, Bosnia dan Herzegovina

Kompetisi terjun dari jembatan yang digelar tahunan mulai digelar pada 1968 dan masih digelar setiap tahunnya hingga kini setiap musim panas. Pada 2015, Red Bull Cliff Diving World Series sempat digelar di sana.

Wisatawan yang mengambil kursus terjun dari jembatan juga akan mendapatkan sertifikat. Itu bisa jadi salah satu pilihan suvenir dari liburan ke Bosnia dan Herzegovina, khususnya bagi para pencinta adrenalin.

Wisata Old Town Mostar

Selain terjun dari jembatan, banyak juga aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di Mostar. Kota ini terkenal dengan banyaknya bangunan tua dari masa Ottoman yang masih bertahan hingga kini.

Beberapa di antaranya adalah Masjid Koski Mehmed Pasa yang masih bertahan hingga kini. Masjid tersebut dibangun pada 1618 dengan arsitektur Ottoman klasik yang dibangun dari balok-balok batu.

Baca juga: Unik, Ini Cara Orang Bosnia dan Herzegovina Minum Kopi

Selain itu, wisatawan juga bisa berkeliling kawasan Old Town Mostar dan bertualang di tengah bangunan tua yang ikonik. Di sana juga banyak terdapat toko suvenir khas Mostar, salah satu yang paling terkenal ada karpet khas Mostar.

Wisatawan juga tak perlu khawatir lapar karena ada banyak restoran lokal dengan sajian khas cevapi atau kebab khas Bosnia dan Herzegovina yang nikmat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Panduan Lengkap ke Desa Wisata Koto Kaciak, Simak Sebelum Datang

Travel Tips
Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Traveloka Resmikan Wahana Baru di Kidzania Jakarta, Ada Diskon 25 Persen

Travel Update
Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Barcelona Hapus Rute Bus dari Google Maps, Ini Alasannya

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

4 Tips Berkunjung ke Desa Wisata Koto Kaciak, Datang Pagi Hari

Travel Tips
Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com