Kompas.com - 16/12/2020, 16:17 WIB

KOMPAS.com – Perayaan tahun baru di Jawa Barat (Jabar) resmi dilarang oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, akrab disapa Emil.

Larangan ini untuk mengurangi kerumunan orang yang dapat dipicu melalui penyelenggaraan acara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jabar Deddy Taufik mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti arahan dan kebijakan selanjutnya terkait hal tersebut.

“Kita tunggu kebijakan (soal) larangan tahun baru. Tapi kalau kegiatan wisata pasti ada kerumunan di mana pun itu. Makanya kita screening awal,” ungkapnya kepada Kompas.com, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Jawa Barat Larang Perayaan Tahun Baru, Ini Tanggapan PHRI Jabar

Apabila Emil sudah mengeluarkan keputusan kebijakan pemerintah, Deddy mengatakan, pihaknya akan bersiap-siap di lapangan untuk antisipasi jika ada yang melanggar larangan perayaan acara tahun baru.

Sembari menunggu arahan lebih lanjut, Deddy akan terus melakukan evaluasi terhadap protokol kesehatan yang sudah di terapkan di sejumlah destinasi wisata di Jabar.

“Kalau zona merah akan sesuai aturan mereka. Tidak boleh ada aktivitas, dan kapasitas dibatasi,” ucapnya.

Jelas berpengaruh pada jumlah wisatawan

Menurutnya, larangan perayaan acara tahun baru sudah pasti akan memengaruhi jumlah wisatawan yang akan liburan di Jabar.

“Jelas, pasti ngaruh. Karena di masa pandemi, semua merasa ekonomi kita turun. Sekarang kita mau dongkrak ekonomi, tapi masyarakat enggak disiplin ya pasti kasus Covid-19 naik,” ujar Deddy.

Meski berpengaruh terhadap arus wisatawan yang akan memasuki Jabar, namun dia positif wisatawan tidak akan berkurang secara signifikan.

Sebab, berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan di Pangandaran, Tasik, Garut, Bandung Raya, dan Bogor, reservasi hotel mengalami kenaikan untuk 24-31 Desember 2020.

Baca juga: Hadapi Libur Akhir Tahun 2020, Begini Persiapan Kota Bandung

Untuk Pangandaran, persentase kenaikan reservasi kamar berada di angka sekitar 40 persen. Begitu juga dengan Garut yang persentase reservasinya tidak kalah jauh.

“Dari situ evaluasi. Senin (21/12/2020) akan kumpul dan rapat koordinasi (rakor) dengan kabupaten/kota di Jabar untuk persiapan, jangan sampai libur ini ada klaster baru,” kata Deddy.

Kendati reservasi hotel mengalami peningkatan, namun hal tersebut menurutnya masih tentatif dan akan diperhatikan lebih lanjut hingga setidaknya pekan depan.

“Kepastian mungkin minggu depan setelah rakor dan bertemu asosiasi untuk kepastiannya gimana apakah ada pembatalan dalam seminggu ini atau malah bertambah,” tuturnya.

Antisipasi lonjakan wisatawan

Jika nantinya wisatawan yang tiba di Jabar dan reservasi hotel justru meningkat walau ada larangan perayaan acara tahun baru, Deddy mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya adalah tes PCR yang saat ini sedang berjalan secara bertahap untuk 20.000 pelaku pariwisata.

Deddy mengatakan, selain wisatawan, pelaku pariwisata juga perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya klaster wisatawan di Jabar.

Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun 2020, Jabar Tes Swab 20.000 Pelaku Pariwisata

“Kita juga lakukan rapid tes di tempat-tempat wisata di 54 titik di 14 kabupaten/kota. Yang paling penting untuk wisatawan, kunjungan wisatawan ke Jabar harus terapkan protokol kesehatan. Itu mutlak,” jelasnya.

Selain langkah antisipasi tersebut, hingga saat ini pihak Deddy pun terus melakukan edukasi terkait penerapan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Emil menyatakan bahwa pihaknya melarang aktivitas perayaan tahun baru usai memimpin rapat koordinasi penanggulangan Covid-19 di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (14/12/2020).

"Jawa Barat tidak mengizinkan ada perayaan tahun baru. Ini tolong disosialisasikan,” katanya, mengutip Kompas.com, Senin.

“Kita bersama Satgas Covid sudah memutuskan bersepakat dengan gubernur lain bahwa tidak mengizinkan ada perayaan tahun baru yang memang ada potensi ada keriuhan, keramaian yang membahayakan," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.