Kompas.com - 19/12/2020, 11:48 WIB
Ilustrasi Italia - Kapal vaporetto atau juga dikenal sebagai bus air. SHUTTERSTOCK / ALEXANTONIlustrasi Italia - Kapal vaporetto atau juga dikenal sebagai bus air.


KOMPAS.com – Berdasarkan data terbaru dari United Nation World Tourism Organization (UNWTO), destinasi di dunia menerima 900 juta lebih sedikit wisatawan internasional untuk periode Januari–Oktober dibanding dengan periode yang sama pada 2019 silam.

Seperti dilansir dari laman resmi UNWTO, angka tersebut berarti kerugian sekitar 935 miliar dollar AS dalam pendapatan ekspor dari pariwisata internasional. Jumlah tersebut 10 kali lebih banyak dari kerugian tahun 2009 yang terjadi sebagai dampak krisis ekonomi global.

Baca juga: Meski Pandemi, Minat Liburan Natal dan Tahun Baru 2021 Naik

“Sejak krisis berawal, UNWTO telah menyediakan data tepercaya yang menunjukkan dampak tidak terduga dari pandemi Covid-19 pada pariwisata global untuk pemerintah dan pelaku bisnis,” kata Sekretaris-Jenderal (Sekjen) UNWTO Zurab Pololikashvili.

Walaupun berita soal adanya vaksin bisa mendorong kepercayaan diri para traveller, imbuh dia, tetap masih ada jalan panjang menuju pemulihan.

“Maka dari itu kita perlu meningkatkan usaha untuk membuka kembali perbatasan sambil mendukung pekerjaan dan bisnis pariwisata. Jelas sekali bahwa pariwisata adalah salah satu sektor paling terdampak dari krisis tidak terduga ini,” sambung Pololikashvili.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berdasarkan bukti yang ada, UNWTO memprediksi kedatangan internasional telah menurun sekitar 70-75 persen untuk keseluruhan tahun 2020.

Ilustrasi Korea Selatan - Seongsan Sunrise Peak.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Korea Selatan - Seongsan Sunrise Peak.

Dalam kasus ini, berarti pariwisata global telah kembali ke tingkat yang sama dengan era 30 tahun lalu dengan kedatangan yang satu miliar lebih sedikit serta kehilangan sekitar 1,1 triliun dollar AS dari pemasukan pariwisata internasional.

Penurunan luar biasa akibat pandemi ini pada akhirnya bisa berdampak pada kerugian ekonomi sekitar 2 triliun dollar AS dalam Gross Domestic Product (GDP) dunia.

Pembatasan perjalanan bebani pemulihan

Asia dan Pasifik jadi area pertama yang menderita dampak pandemi, serta memiliki tingkat penurunan kedatangan internasional tertinggi yakni sekitar 82 persen.

Halaman:


Sumber UNWTO
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X