Kompas.com - 20/12/2020, 11:59 WIB
Monumen Tugu Yogyakarta, tempat wisata populer di Kota Gudeg. DOK. BIRO KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAREKRAFMonumen Tugu Yogyakarta, tempat wisata populer di Kota Gudeg.


KOMPAS.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga kini masih terus berupaya mempersiapkan mekanisme terkait aturan wajib swab PCR dan rapid antigen untuk mereka yang keluar-masuk Yogyakarta selama libur akhir tahun.

Hal itu diungkapkan Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji saat dihubungi Kompas.com, Minggu (20/12/2020).

“Sementara ini karena meneruskan kebijakan pusat, maka di daerah perlu ada penyesuaian,” kata dia.

Menyesuaikan dengan kebijakan pusat, kebijakan swab PCR dan rapid antigen tersebut akan dilakukan per tanggal 18 Desember 2020–8 Januari 2021.

Baca juga: Apa Saja Syarat Masuk Jawa Tengah untuk Libur Akhir Tahun?

Namun sejauh ini, belum ada kebijakan pengecekan di titik-titik perbatasan DIY untuk memeriksa laju pergerakkan masyarakat dari dan ke Yogyakarta. Mekanisme tersebut akan dibahas dalam beberapa waktu ke depan.

“Yang sudah siap adalah otoritas moda transportasi umum, seperti bandara dan stasiun. Sedangkan untuk mobil pribadi belum ada kebijakan pengecekan di titik-titik perbatasan,” jelas Aji.

Otoritas moda transportasi umum yang dimaksud adalah PT KAI dan juga pihak bandara serta maskapai penerbangan.

Grebeg Maulud di Keraton YogyakartaSHUTTERSTOCK Grebeg Maulud di Keraton Yogyakarta

Pemeriksaan syarat rapid antigen dan/atau swab PCR untuk para pendatang yang sudah berjalan saat ini masih dilakukan pihak-pihak tersebut dan masih mengikuti aturan yang berlaku dari mereka.

Dengan kata lain, para penumpang kereta api masih mengikuti kebijakan pemeriksaan yang ditetapkan oleh KAI. Untuk penumpang pesawat, mereka masih mengikuti kebijakan pemeriksaan yang ditetapkan pihak bandara dan maskapai penerbangan masing-masing.

Mekanisme pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Pemda DIY, kata Aji, diperkirakan akan siap dirilis dalam waktu beberapa hari ke depan, yakni sebelum masuk masa libur Natal.

Kebijakan random test

Selain kebijakan wajib rapid antigen dan swab PCR, Pemda DIY juga akan mengadakan random test di tempat-tempat wisata dan hotel. Nantinya, pelaksanaan random test tersebut tetap akan menyesuaikan kebijakan dari masing-masing hotel dan tempat wisata.

“Setahu saya, Dinas Pariwisata juga sudah menindaklanjuti ke PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) agar hotel-hotel menyesuaikan menanyakan surat keterangan sehat bagi pengunjung dari luar daerah,” imbuh dia.

Bregodo Jogo MalioboroDok. Situs Visiting Jogja Bregodo Jogo Malioboro

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan bahwa DIY akan mengikuti aturan dari pusat terkait aturan pelaku perjalanan untuk membawa hasil rapid test antigen atau swab test PCR yang berlaku secara nasional.

Kebijakan ini berlaku bagi semua penumpang perjalanan, baik yang menggunakan pesawat, bus, mobil, hingga kereta api. Nantinya, aturan ini tidak hanya berlaku bagi pendatang tapi juga untuk warga DIY yang mau keluar kota.

“Kita kalau keluar daerah juga harus menunjukkan kalau sudah di swab (PCR) atau rapid (antigen),” kata Sultan.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Naik, Tulungagung akan Tutup Tempat Wisata

Sementara untuk pengawasan pelaku perjalanan menuju DIY, menurut Sultan, tidak diperlukan pengawasan khusus. Pasalnya, sebelum masuk DIY pelaku perjalanan sudah diawasi oleh Jawa Tengah.

Lain halnya dengan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan secara sampling bagi pelaku perjalanan yang masuk ke kota Yogyakarta.

“Kami imbau masyarakat untuk membawa hasil rapid test (antigen) atau swab (PCR) yang masih berlaku,” kata dia.

Mengutip Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2020 dari laman resmi covid19.go.id, tertera bahwa surat keterangan uji tes PCR atau rapid test antigen memiliki masa berlaku 14 hari sejak dikeluarkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Travel Promo
Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Travel Tips
Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Travel Update
Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Travel Update
Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Travel Tips
Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Travel Update
Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Travel Update
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Travel Update
Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Travel Promo
7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Travel Update
3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

Jalan Jalan
Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Travel Update
Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Travel Update
22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.