Wajib Aturan Swab PCR ke Bali, Tidak Ada Pembatalan di Hotel Mewah?

Kompas.com - 20/12/2020, 17:17 WIB
Hotel Raffles milik Accor Hotel di Bali, Indonesia Ardiansyah Fadli Hotel Raffles milik Accor Hotel di Bali, Indonesia

 

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan untuk membuat Bali jadi pulau yang sehat, bersih, kondusif, aman, dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan.

“Untuk memastikan sebelum dia (wisatawan) berangkat itu harus sehat. sehingga kalau sudah semua sehat, dia berwisata di pulau yang sehat, dan dia juga kembalinya sehat,” kata Rai ketika dihubungi Kompas.com, Minggu (20/12/2020).

Nantinya, ini jadi salah satu tahap membangun kepercayaan dunia sebagai persiapan Bali kembali membuka pintunnya untuk turis internasional.

Baca juga: Aturan Terbaru ke Bali, Tes Swab PCR Maksimal H-7 Keberangkatan

Rai juga merasa bahwa periode libur Nataru memang sangat mungkin terjadi lonjakan wisatawan. Ia memprediksi jumlah wisatawan yang datang saat libur Nataru tersebut bisa mencapai 15 ribu wisatawan.

Maka dari itu, langkah ini dirasa sangat penting untuk mengatur arus wisatawan yang keluar-masuk Bali agar tidak terlampau banyak.

Jangan cancel, cari alternatif

Jika wisatawan tetap ingin berkunjung ke Bali untuk periode libur Nataru tapi merasa ragu karena biaya yang harus dikeluarkan untuk swab test, Rai mengimbau agar jangan melakukan pembatalan.

“Alternatifnya jangan cancel, putar balik pakai mobil. Kalau dari Surabaya kan 6-7 jam. Di Bali jadi tidak harus sewa mobil, tidak pula harus swab berbasis PCR, hanya antigen saja. Jadi lebih murah,” pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X