Kompas.com - 23/12/2020, 11:28 WIB
Ilustrasi Malang - Tempat wisata Kampung Warna-warni Jodipan di Kota Malang. SHUTTERSTOCK / AKHMAD DODY FIRMANSYAHIlustrasi Malang - Tempat wisata Kampung Warna-warni Jodipan di Kota Malang.

KOMPAS.com – Pergerakan wisatawan Indonesia kemungkinan akan terjadi secara merata ke sejumlah destinasi wisata di Indonesia termasuk di Kota Malang, Jawa Timur.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi agar klaster wisatawan tidak terjadi di sana.

“Nataru tidak boleh ada keramaian. Tahun baruan tidak ramai-ramai. Kembang api tidak ada dulu,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (22/12/2020).

Baca juga: Syarat Liburan ke Kota Malang, Hasil Rapid Test Non-reaktif

Dia melanjutkan, seluruh tempat wisata masih mematuhi protokol kesehatan CHSE termasuk mewajibkan wisatawan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Terkait pembatasan arus wisatawan, Ida menuturkan, saat ini wisatawan dari daerah mana pun bisa liburan ke Kota Malang yang penting mereka patuh dengan protokol kesehatan yang diterapkan.

“Kota Malang kasus Covid-19 semakin meningkat, strategi bisa saja rapid tes antigen. Tapi tunggu Surat Edaran turun,” ungkapnya.

Baca juga: Kota Malang Ingin Jadi Tuan Rumah yang Baik untuk Wisatawan

Berdasarkan data per 20 Desember 2020 dari Malangkota.go.id, Kota Malang memiliki 3.233 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 303 kasus dinyatakan sedang dalam pantauan, 2.630 kasus dinyatakan sembuh, dan 300 kasus dinyatakan meninggal.

Pakai konsep ganjil genap untuk hotel

Untuk hotel, Ida mengatakan bahwa sebagian besar saat ini sudah mengantongi sertifikat CHSE karena telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Tidak hanya itu, hotel-hotel tersebut juga telah ditandai dengan stiker yang menyatakan bahwa penerapan protokol kesehatan sudah dilakukan di sana.

Namun, saat ini hotel-hotel di Kota Malang juga menambahkan konsep ganjil genap untuk pemesanan kamar hotel agar lebih aman.

Baca juga: Bersantai di Tengah Sawah Kota Malang

“Misal kamar hotel ada 50, jadi yang boleh diisi separuhnya. Kalau hari ini kamar nomor satu dipakai, kamar nomor dua tidak boleh dipakai, lalu kamar nomor tiga boleh dipakai,” jelas Ida.

“Kamar yang baru dipakai di hari itu diistirahatkan dulu sehari. Besok ada tamu, masuk ke kamar yang kemarin tidak dipakai,” sambungnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X