Panduan Lengkap Liburan di Kota Bandung Saat Libur Akhir Tahun

Kompas.com - 24/12/2020, 15:17 WIB
Bangunan Gedung Sate di bagian selatan berposisi sejajar dengan monumen perjuangan di bagian utara. KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIBangunan Gedung Sate di bagian selatan berposisi sejajar dengan monumen perjuangan di bagian utara.


KOMPAS.com – Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengeluarkan surat edaran yang mengatur protokol kesehatan serta syarat masuk wisatawan ke kota Bandung selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021.

Syarat tersebut tertera dalam Surat Edaran 440/SE.149-Bag.Huk perihal Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal 2020, Tahun Baru 2021, dan Pelarangan Perayaan Tahun Baru serta Pencegahan Kerumunan Massa.

Berikut ini Kompas.com rangkum panduan lengkap berwisata di Kota Bandung berdasarkan surat edaran tersebut.

1. Wajib rapid test antigen

Disebutkan Wali Kota Oded M. Danial mengimbau pendatang yang memasuki kota Bandung dalam keadaan sehat dan tanpa gejala.

Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara dan kereta api antar kota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif Covid-19 rapid test antigen yang dilakukan paling lama 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Baca juga: Kota Bandung Larang Perayaan Tahun Baru 2021

Sementara untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat baik pribadi maupun umum, hanya diimbau untuk melakukan rapid test antigen yang dilakukan paling lama 3x24 jam sebelum keberangkatan.

Para pendatang juga harus mengisi e-HAC (electronic Health Alert Card) yang dapat diunduh pada play store. Aturan ini berlaku untuk semua pendatang, kecuali pengguna moda transportasi kereta api.

Ilustrasi Alun-alun Bandung. Dok. Shutterstock Ilustrasi Alun-alun Bandung.

Kebijakan ini juga berlaku di tempat wisata, pengunjung diwajibkan untuk menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid test antigen yang berlaku selama tiga hari sejak diterbitkan atau RT-PCR yang berlaku selama tujuh hari sejak diterbitkan.

Pemkot Bandung nantinya akan rutin memeriksa tempat wisata untuk memastikan prosedur penunjukkan hasil rapid test wisatawan benar-benar diminta oleh pengusaha tempat wisata.

2. Ada pengecualian rapid test antigen

Aturan wajib rapid test antigen ini tidak berlaku untuk anak yang berusia di bawah 12 tahun. Anak-anak tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR ataupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X