Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/12/2020, 11:15 WIB
Bagus Supriadi,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

JEMBER, KOMPAS.com – Berkunjung ke wisata kawah ijen di Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso kini lebih mudah.

Itu karena tersedia bus DAMRI Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) rute Jember-Kawah Ijen. Wisatawan tinggal duduk manis di dalam kendaraan hingga sampai di Paltuding.

Perjalanan dimulai dari stasiun Jember menggunakan bus DAMRI, Minggu (26/12/2020). Pukul 12.00 WIB, bus berangkat menuju titik stasiun Bondowoso. Selanjutnya, penumpang turun untuk pindah ke mobil jenis elf.

Kendaran itu akan mengantarkan wisatawan ke Paltuding-Ijen. Perjalanan ditempuh sekitar dua jam dengna jarak sekitar 76 kilometer (km).

Baca juga: Syarat Terbaru Wisata ke Kawah Ijen, Wajib Bayar via Virtual Account

 

Dari Bondowoso, kendaraan berangkat pukul 15.00 WIB dan tiba pukul 17.00 WIB. Di Paltuding, beberapa wisatawan sudah mendirikan tenda untuk camping.

Para wisatawan yang hendak ke Ijen dapat mendirikan tenda di Paltuding untuk menikmati malam sambil ngopi.

Makin malam, cuaca bertambah dingin. Jaket tebal pun sangat dibutuhkan agar tubuh tidak kedinginan. 

Sambil menunggu jam keberangkatan naik ke Kawah Ijen, wisatawan bisa saling bercengkerama di depan api unggung.

Mendaki Kawah Ijen dini hari 

Perjalanan menuju Kawah Ijen dimulai pukul 02.00 WIB. Tiket masuk dapat dibeli di pos pendakian. Di sana, petugas juga akan mengecek kelengkapan pendaki.

Selain tiket, pengunjung juga wajib memakai masker untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Wisatawan tak perlu membawa surat rapid test untuk mendaki.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menapaki jalan setapak dan menerobos gelapnya malam. Oleh karena itu, pendaki hendaknya membawa senter.

Panjang jalan setapak dari tanah berpasir yang harus dilalui pendaki untuk sampai Kawah Ijen adalah sekitar 3,4 km.

Turis di Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa TimurDok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf Turis di Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur

Kondisi jalan cukup menanjak di beberapa titik, sehingga butuh tenaga lebih untuk melaluinya. Sudut kemiringan sekitar 10-35 derajat. Jika lelah, sudah ada pos peristirahatan.

Jika perjalanan dilakukan dengan santai, maka pendaki akan dapat menyaksikan keindahan matahari terbit saat berjalan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com