Vaksin Covid-19 akan Buat Penumpang Pesawat Nyaman?

Kompas.com - 30/12/2020, 20:05 WIB
Ilustrasi - Situasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Istimewa/ Dok. Humas Bandara Ngurah RaiIlustrasi - Situasi di Bandara I Gusti Ngurah Rai

KOMPAS.com – Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I) Faik Fahmi mengatakan bahwa distribusi vaksin Covid-19 di Indonesia merupakan faktor positif untuk perbaikan industri penerbangan.

“Dari awal kami cukup optimis. Dengan adanya vaksin, ini jadi faktor optimisme kita bahwa pertumbuhan traffic angkutan udara makin membaik,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dia tuturkan dalam konferensi pers virtual “Update Angkutan Nataru 2020-2021”, Rabu (30/12/2020).

Faik melanjutkan, distribusi vaksin Covid-19 diharap dapat segera direalisasikan agar industri penerbangan Nusantara bisa cepat pulih.

Baca juga: Program Inisiasi Koridor Sehat antara Bandara Bali dan Korsel Dinilai Bantu Pariwisata Bali

Menurutnya, pemulihan industri penerbangan terjadi karena masyarakat sudah percaya diri untuk melakukan penerbangan dan sudah tidak khawatir untuk memanfaatkan transportasi udara.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP1 Devy Suradji mengucapkan hal yang sama.

“Bisa membuat penumpang nyaman untuk bergerak. Beberapa maskapai di luar mulai berencana untuk terapkan vaksinasi untuk syarat terbang,” ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Jika pemerintah Indonesia berlakukan vaksinasi sebagai salah satu syarat penerbangan, Devy melanjutkan, maskapai mau tidak mau harus melakukan hal yang sama.

“Lihat kondisi dan keadaan, kalau vaksin diadakan dan penumpang bisa terbang kenapa tidak,” sambungnya.

Baca juga: Kini Bisa Naik Bus DAMRI dari Bandara Adi Sutjipto ke Borobudur

Direktur Operasional AP1 Wendo Asrul Rose pun setuju dengan Faik. Menurutnya, adanya vaksin dapat memengaruhi dicabutnya aturan jaga jarak yang juga berdampak pada pergerakan di bandara.

Menurutnya, adanya aturan jaga jarak merupakan halangan di bandara karena memengaruhi kapasitas pesawat di bandara yang biasanya dapat menampung 35 pesawat.

“Ngurah Rai sekarang slot per jam melayani 25 pergerakan karena ada keterbatasan fasilitas terminal. Peak hours tidak bisa menampung 33 pesawat bersamaan, pergerakan bersamaan” ujar Wendo.

“Luasanya tidak bisa akomodir dari syarat jaga jarak. Kalau sudah tidak ada aturan itu, kita bisa ke slot biasa. Saya yakin dengan vaksinasi yang diberlakukan nanti, slot akan naik, permintaan pengguna jasa penerbangan akan tinggi,” imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X