Kompas.com - 31/12/2020, 16:04 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat memimpin rapat virtual bersama seluruh Kepala Dinas Pariwisata dari 34 provinsi di Indonesia, Sabtu (26/12/2020). dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi KreatifMenparekraf Sandiaga Uno saat memimpin rapat virtual bersama seluruh Kepala Dinas Pariwisata dari 34 provinsi di Indonesia, Sabtu (26/12/2020).


KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sempat mengadakan rapat virtual bersama para Kepala Dinas Pariwisata dari 34 provinsi di Indonesia, Sabtu (26/12/2020).

Dalam rapat bertajuk “Rapat Strategi Meraih Kepercayaan Wisman & Wisnus untuk Berkunjung ke Destinasi Pariwisata di Era Adaptasi Baru” tersebut, Sandiaga sempat membicarakan berbagai masalah pariwisata di daerah.

Perihal itu, Sandiaga mengaku tak akan terlalu berfokus pada permasalahan. Namun akan berfokus pada solusi yang bisa dilakukan.

Baca juga: Sandiaga: Vaksin Jadi Harapan Pariwisata Indonesia pada 2021

“Masalahnya itu tentunya banyak dan kompleks. Tapi kalau kita terus fokus di masalah ya enggak akan ada habisnya. Jadi yang saya sampaikan bahwa kita harus hadir dengan solusi,” kata Sandiaga dalam gelaran Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Selasa (29/12/2020).

Jadi co-fasilitator

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nantinya, kata Sandiaga, ia akan lebih banyak berperan sebagai co-fasilitator bagi para kepala dinas pariwisata tersebut.

“Saya akan jadi LO-nya, liaison officer untuk pastikan jangan sampai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini mandek karena regulasi,” tutur Sandiaga.

Ia melanjutkan, hal itu karena regulasi dibuat pemerintah yang seharusnya melayani rakyat, sehingga jangan sampai regulasi malah mempersulit pelayanan kepada masyarakat.

Fokus garap segmen wisatawan nusantara (wisnus) jadi bukti sigap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) dalam memulihkan perekonomian Indonesia.DOK. PRIBADI/KEMENPAREKRAF Fokus garap segmen wisatawan nusantara (wisnus) jadi bukti sigap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) dalam memulihkan perekonomian Indonesia.

Ia mencontohkan beberapa penanganan yang bisa dilakukan terkait masalah yang dihadapi kepala dinas pariwisata di daerah.

Misalnya, jika terdapat masalah yang berkaitan dengan lahan, maka Sandiaga akan langsung berkoordinasi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil.

Sama halnya jika terjadi permasalahan soal infrastruktur. Ia akan langsung berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono.

“Saya tadi mau ke (Danau) Toba, saya langsung telepon pak gubernurnya. Supaya dia tahu juga, hubungannya jadi cair. Masalahnya kita selesaikan segera, jangan pakai lama. Pesannya enggak pakai lama,” ujar Sandi.

Baca juga: Ada Varian Baru Covid-19, Ini Tanggapan Sandiaga

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo yang ditemui di kesempatan yang sama menambahkan bahwa aspek kolaborasi memang jadi begitu penting.

Khususnya dalam kondisi terpuruk akibat pandemi Covid-19 saat ini. Kolaborasi bisa dibilang jadi salah satu kunci kebangkitan sektor pariwisata.

“Kalau kita bicara kolaborasi, saya lihat semua stakeholder itu punya perannya masing-masing. Kolaborasi adalah kunci untuk kita mengakselerasi percepatan kita untuk pulih kembali,” imbuh Angela.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

Travel Update
3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

3 Syarat Bepergian Saat Nataru 2022, Wajib Sudah Divaksin Lengkap

Travel Update
Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Alasan Hotel Pilih Seprai Warna Putih, Ternyata Begini Faktanya

Travel Update
Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Pasar Seni Gabusan Bantul, Sensasi Wisata Sambil Bernostalgia

Jalan Jalan
Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Desa Wisata Ranu Pani di Lumajang Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Travel Update
7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

7 Promo Hari Ulang Tahun AirAsia, Ada Diskon hingga 80 Persen

Travel Promo
DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

DAMRI Buka Rute Angkutan Kota dari Bandung ke Yogyakarta

Travel Update
Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Jangan Bawa 5 Benda Ini dari Pesawat, Awas Bisa Dipidana

Travel Tips
10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

10 Benda di Pesawat yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Makanan dan Majalah

Travel Tips
Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Museum Ghibli Jepang Galang Dana akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

5 Benda Wajib Bawa Saat Perjalanan Selama Masa Pandemi Covid-19

Travel Tips
Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Simpan Dulu, Ini Ide Wisata Edutainment Ramah Anak untuk Destinasi Liburan

Travel Tips
Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru per 24 Desember 2021, Bisa PCR atau Antigen

Travel Update
Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Baru Makassar-Biak PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Promo
Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Syarat Naik Kereta Api Periode Nataru per 24 Desember 2021, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.