Kompas.com - 01/01/2021, 08:05 WIB
Ilustrasi Pariwisata Indonesia Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi Pariwisata Indonesia


KOMPAS.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2021 sebesar 4-7 juta kunjungan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis Jumpa Pers Akhir Tahun Kemenparekraf, Kamis (31/12/2020).

“Dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata membuat Kemenparekraf menyesuaikan proyeksi kunjungan wisman tahun 2021 sebesar 4-7 juta wisman,” kata Sandiaga.

Baca juga: Pandemi, Kunjungan Wisman Tahun 2020 Turun hingga 74,7 Persen

Sebelumnya, pandemi Covid-19 sangat menghantam sektor pariwisata Indonesia. Dampaknya terlihat salah satunya dari jumlah kunjungan wisman yang menurun drastis.

Berdasarkan data Kemenparekraf, pada Januari – September 2020 capaian kunjungan wisman ke Indonesia hanya 3,56 juta atau turun 70,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yakni sebesar 12,1 juta wisman.

Maka dari itu, target wisman tahun 2020 yang semula berjumlah 18 juta kunjungan tidak dapat dicapai. Jumlah tersebut, kata Sandiaga, ditargetkan akan terwujud pada 2025 mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas.KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES Wisatawan mancanegara mengunjungi Benteng Tolucco di Ternate, Maluku Utara, Selasa (15/4/2014). Benteng yang dibangun oleh Francisco Serao pada 1540 ini juga sering disebut Benteng Holandia atau Santo Lucas.

Strategi merealisasikan target

Terkait strategi untuk merealisasikan target jumlah wisman tersebut, nantinya Kemenparekraf akan berfokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur terutama di lima destinasi super prioritas (DSP) yakni, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

“Memperkuat fasilitas 3A pariwisata; Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas. Selain itu mendorong investasi sektor pariwisata dan memperkuat promosi pariwisata dengan memanfaatkan teknologi digital dengan optimal.

Baca juga: Sandiaga Pastikan Stimulus Sektor Pariwisata Tetap Ada pada 2021

Selain itu, Kemenparekraf juga akan menerapkan tiga strategi untuk mempercepat pemulihan pariwisata. Ketiga strategi tersebut adalah inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Dalam strategi inovasi, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo sempat menjelaskan pemanfaatan big data untuk mendesain promosi yang lebih efektif dan personal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X