Singapura Pertimbangkan Izinkan Wisatawan yang Sudah Divaksin Berkunjung

Kompas.com - 06/01/2021, 18:28 WIB
Ilustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura. SHUTTERSTOCKIlustrasi patung Merlion yang ikonik di Singapura.


KOMPAS.com – Singapura akan mempertimbangkan untuk mengendurkan pembatasan perjalanan untuk mereka yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Seperti dilansir dari Reuters, hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Kepala Satuan Gugus Tugas Covid-19 Singapura pada Senin (4/1/2021).

“Ada beberapa studi terkait efektivitas vaksin dalam mengurangi risiko transmisi, dan kami sedang mengawasi hal tersebut dengan seksama,” kata Lawrence Wong dalam parlemen.

Baca juga: Bandara Changi Singapura Ingin Jadi Penyimpanan Vaksin Covid-19, Bagaimana dengan Indonesia?

Sebelumnya, Singapura benar-benar melarang perjalanan wisata. Mereka hanya mengizinkan perjalanan bisnis dan urusan khusus yang terbatas. Itu pun dilakukan melalui perjanjian dengan beberapa negara saja.

Sebagian besar warga Singapura yang baru kembali dari luar negeri harus melakukan isolasi mandiri di hotel-hotel yang sudah ditentukan pemerintah atau di rumah masing-masing hingga dua minggu lamanya.

Namun, seperti dilansir The Straits Times, Lawrence Wong yang juga adalah Menteri Pendidikan Singapura mengatakan bahwa untuk saat ini, Singapura masih tetap akan melakukan pendekatan yang hati-hati.

Baca juga: Indonesia Jadi Pasar Penting untuk Pulihkan Industri Travel Singapura

Para pelaku perjalanan yang sudah divaksin tetap harus diperiksa sesuai kebijakan di perbatasan. Mereka juga tetap diwajibkan untuk melakukan karantina, sama seperti para pelaku perjalanan yang belum divaksinasi.

Pernyataan tersebut muncul di tengah peluncuran vaksinasi besar-besaran di beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Singapura, setelah pemerintah menyetujui penggunaan darurat bebeapa vaksin yang baru dikembangkan.

Namun, hingga kini masih belum jelas bagaimana keberadaan vaksin akan mempengaruhi perjalanan. Pasalnya, masih belum jelas sebesar apa vaksin bisa mengurangi risiko transmisi dan infeksi, serta berapa lama efek tersebut akan berlangsung.

Baca juga: Liburan ke Gardens by the Bay Singapura Saat New Normal, Ini Ketentuannya

Namun, dengan adanya pengawasan seksama dari pemerintah Singapura terkait efektivitas vaksin dalam mengurangi risiko transmisi Covid-19, Lawrence Wong mengatakan bahwa kegunaan utama vaksin adalah melindungi mereka yang sudah divaksinasi.

Maka dari itu, ada kemungkinan bahwa vaksin bisa saja mengurangi penyebaran virus. Walaupun hingga kini, seberapa besar vaksin bisa mengurangi penyebaran virus tersebut masih belum diketahui dengan jelas.

“Jika ada bukti jelas risiko transmisi bisa dikurangi secara signifikan, kami tentu saja akan mempertimbangkan beberapa relaksasi terkait SHN (stay home notice atau karantina) untuk para pelaku perjalanan yang sudah divaksin,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X