Kegiatan Dibatasi, tapi Pembatasan Penumpang di Pesawat Dilonggarkan

Kompas.com - 13/01/2021, 09:14 WIB
Ilustrasi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Dok. Shutterstock/3000adIlustrasi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

 

Dalam SE Nomor 3 Tahun 2021, disebutkan bahwa peraturan tersebut tidak lagi berlaku semenjak SE tersebut diberlakukan, yakni mulai tanggal 9 – 25 Januari 2021.

“Ketentuan mengenai penerapan prinsip jaga jarak di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body dan wide body yang digunakan untuk kegiatan angkutan udara niaga berjadwal dalan negeri sesuai dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang maksimal 70 persen kapasitas angkut sebagaimana diatur dalam SE Menhub Nomor 13 Tahun 2020 angka 4, huruf a, butir 12), tidak diberlakukan,” seperti tertera dalam SE terbaru.

Walaupun menghapus aturan mengenai jumlah batas maksimal penumpang di dalam pesawat, Kemenhub masih mewajibkan maskapai penerbangan menyediakan area karantina untuk penumpang yang terindikasi gejala Covid-19.

Tertera dalam SE Nomor 3 Tahun 2021, maskapai penerbangan harus menyediakan area kabin paling sedikit tiga baris kursi dalam satu sisi yang tidak boleh dijual. Area tersebut akan dijadikan area penanganan penumpang atau awak pesawat yang bergejala Covid-19 di pesawat.

Aturan lainnya

Tak hanya mengatur soal pelonggaran batas maksimal penumpang di dalam pesawat, Kemenhub melalui SE Nomor 3 Tahun 2021 juga mengatur beberapa hal lain. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Wajib protokol kesehatan

Penumpang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (3M), yaitu memakai masker (sesuai standar penerbangan), menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.

Penumpang tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung sepanjang perjalanan.

Penumpang juga tidak diperkenan untuk makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari dua jam.

Aturan ini tidak berlaku bagi individu yang wajib mengonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

Baca juga: Panduan Lengkap Lakukan Perjalanan Selama Masa PPKM Jawa-Bali

2. Syarat surat kesehatan

  • Penerbangan dari dan ke Bali

Tak hanya pelonggaran di batas maksimal jumlah penumpang, Kemenhub juga melonggarkan kebijakan wajib hasil negatif RT-PCR untuk penumpang pesawat dari dan ke Bali.

Dalam SE Nomor 22 Tahun 2020 yang berlaku hingga 8 Januari 2021, syarat perjalanan ke Bali dengan pesawat adalah wajib RT-PCR.

Kini, dalam aturan baru penumpang bisa memilih untuk menyerahkan hasil negatif RT-PCR atau hasil nonreaktif rapid test antigen yang tarif tesnya lebih murah.

Namun, dalam aturan baru Kemenhub terlihat memperketat masa berlaku hasil bukti negatif tersebut.

Awalnya, sampel untuk RT-PCR ke Bali maksimal 7x24 jam, kini diperketat batas maksimal pengambilan sampel menjadi 2x24 jam untuk RT-PCR dan 1x24 jam untuk rapid test antigen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X