Kompas.com - 15/01/2021, 17:40 WIB
Ilustrasi liburan FWD LifeIlustrasi liburan

“Vaksin yang dipakai saat ini belum diketahui peranannya dalam memutus rantai penularan dari orang infektif ke orang yang sudah divaksinasi,” imbuh Iqbal.

Butuh edukasi lebih lanjut

Maka dari itu, sertifikat vaksinasi Covid-19 mungkin saja digunakan sebagai syarat perjalanan. Tapi bukan berarti bisa menggantikan syarat RT-PCR atau rapid test antigen.

Dengan adanya vaksinasi pun pemerintah masih perlu untuk memberikan beberapa edukasi khusus pada para penerima vaksin.

Beberapa poin yang penting di antaranya adalah, antibodi yang diharapkan muncul dari vaksinasi baru akan muncul beberapa minggu kemudian. Jadi, tetap diperlukan pelaksanaan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) yang ketat.

Selain itu, efek dari vaksin juga tidak instan. Vaksinasi yang dilakukan pada pukul 10.00 pagi misalnya, tidak berarti akan memberikan perubahan pada status imun pada pukul 22.00 di hari yang sama.

Hampir semua vaksin juga membutuhkan dua dosis yang harus diberikan dalam jangka waktu sekitar dua minggu. Antibodi tersebut baru akan terbentuk maksimal sekitar dua minggu setelah vaksinasi kedua.

“Antibodi yang muncul juga bisa saja tidak cukup untuk menahan masuknya virus ke sel-sel organ. Bisa saja ada sedikit orang yang antibodinya enggak muncul sehingga tetap bisa terinfeksi dan jadi infektif,” pungkasnya.

Maka dari itu, sampai ada data yang benar-benar valid, walaupun sudah divaksinasi maka tetap wajib menjaga 3M dan sebaiknya tetap berada di rumah.

Sebelumnya, seperti dilansir Tribun News, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Demokrat Aliyah Mustika Ilham mengusulkan adanya sertifikat bagi warga yang disuntik vaksin Covid-19.

Usulan tersebut disampaikan saat rapat kerja lanjutan antara Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kamis (14/1/2021). Usulan tersebut disambut baik oleh Budi.

Ia mengusulkan sertifikat tersebut nantinya berbentuk digital dan bisa juga memberi keuntungan bagi masyarakat karena bisa digunakan sebagai syarat bepergian dengan pesawat, atau seperti pengganti tes RT-PCR atau rapid test antigen.

"Saya rasa ide Bu Aliyah bisa saya pakai, misal kalau yang sudah vaksin, kami akan kasih sertifikat. Cuma sertifikatnya bukan sertifikat fisik, tapi sertifikat digital yang bisa ditaruh di Apple Wallet atau Google Wallet," ujar Budi, di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Kamis (14/1/2021).

"Sehingga kalau beliau terbang atau mau pesan tiket di Traveloka tidak usah menunjukkan PCR test atau antigen. Dengan menggunakan electronic health certification itu dia langsung bisa lolos dan terintegrasi," imbuhnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

Travel Update
5 Kafe Rasa Bali di Jakarta, Mulai dari Nuansa Ubud hingga Seminyak

5 Kafe Rasa Bali di Jakarta, Mulai dari Nuansa Ubud hingga Seminyak

Jalan Jalan
Cara Naik Kereta Gantung TMII Saat New Normal

Cara Naik Kereta Gantung TMII Saat New Normal

Jalan Jalan
Mudik 2021 Dilarang, 5 Tempat Wisata di Jakarta Ini Bisa Dikunjungi

Mudik 2021 Dilarang, 5 Tempat Wisata di Jakarta Ini Bisa Dikunjungi

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Wisata di TMII Bareng Anak, Main ke Taman Burung

Itinerary Seharian Wisata di TMII Bareng Anak, Main ke Taman Burung

Itinerary
Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose untuk Syarat Terbang

Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose untuk Syarat Terbang

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajah TMII, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajah TMII, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X