Kompas.com - 16/01/2021, 19:45 WIB
Ilustrasi keramaian di London, Inggris. ABC IndonesiaIlustrasi keramaian di London, Inggris.

Di kesempatan yang sama, ketua petugas medis Inggris Prof. Chris Whitty mengatakan pembatasan ini akan perlu diangkat secara bertahap dengan melakukan uji coba langkah mana yang cocok. Jika langkah tersebut dirasa cocok, baru lanjutkan ke langkah selanjutnya.

Menurut dia, puncak di mana orang-orang akan masuk ke rumah sakit akan terjadi dalam waktu 10 hari ke depan. Namun, ia berharap puncak infeksi telah terjadi di Inggris bagian tenggara, timur, dan London.

“Puncak kematian saya takutkan terjadi sebentar lagi, puncak rawat inap di rumah sakit di beberapa bagian negara telah terjadi sekarang,” ujar Chris Whitty.

Baca juga: Ada Jenis Covid-19 Baru, Banyak Negara Tangguhkan Penerbangan dari Inggris Raya

“Mudah” untuk menyesuaikan vaksin

Larangan para pendatang dari Amerika Selatan, Portugal, dan Cape Verde untuk memasuki Inggris Raya mulai berlaku Jumat (15/1/2021) pagi waktu setempat sebagai langkah pencegahan varian baru corona yang sangat menular.

Penasihan ketua petugas ilmiah Patrick Vallance mengatakan bahwa sebagian besar varian baru corona akan bisa “lolos” dari vaksin Covid. Namun sebenarnya, “cukup mudah” untuk menyesuaikan vaksin agar bisa mengatasi mutasi virus.

Varian baru tersebut sebelum telah diidentifikasi di Inggris Raya dan Afrika Selatan. Dengan banyaknya negara yang memberlakukan pembatasan kedatangan dari kedua negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan ada total 35 kasus yang dikonfirmasi secara genom dan 12 kasus kemungkinan dari varian Covid-19 yang baru yang berasal dari Afrika Selatan telah diidentifikasi di Inggris pada 14 Januari 2021.

Lebih awal, seorang ilmuwan mengatakan satu dari dua varian yang pertama kali dideteksi di Brazil telah ditemukan di Inggris Raya. Namun, varian tersebut bukan varian yang sama yang sekarang dikhawatirkan.

“Saya pikir sangat mungkin vaksin yang sekarang kita miliki bisa melindungi dari varian Inggris Raya dan bisa memberikan perlindungan terhadap varian lainnya juga. Pertanyaannya adalah sampai sejauh mana,” jelas Patrick Vallance.

Data terbaru, lebih dari tiga juga orang di Inggris Raya telah menerima dosis pertama vaksin, yakni sebesar 3.234.946 orang. Peningkatan 316.694 orang dari hari sebelumnya.

Halaman:


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X