Kompas.com - 16/01/2021, 19:45 WIB
Seorang pejalan kaki mengenakan masker untuk melindungi diri dari Covid-19, di dekat papan informasi aturan Tier 3 di Inggris guna mengatasi wabah virus corona. Foto diambil di Newcastle-upon Tyne, Inggris, pada 19 Desember 2020. AFP PHOTO/OLI SCARFFSeorang pejalan kaki mengenakan masker untuk melindungi diri dari Covid-19, di dekat papan informasi aturan Tier 3 di Inggris guna mengatasi wabah virus corona. Foto diambil di Newcastle-upon Tyne, Inggris, pada 19 Desember 2020.


KOMPAS.com – Inggris Raya akan tutup semua koridor perjalanan mulai Senin (18/1/2021) waktu setempat untuk perlindungan terkait virus corona jenis baru. Hal tersebut diungkapkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson seperti dilansir dari BBC.

Semua orang yang datang ke Inggris dari luar negeri diharuskan menunjukkan bukti hasil negatif tes Covid-19.

Hal ini terjadi beriringan dengan berlakunya larangan masuk untuk para pendatang dari Amerika Selatan dan Portugal mulai berlaku Jumat (15/1/2021) akibat kekhawatiran tentang varian baru yang sudah diidentifikasi di Brazil.

Boris Johnson mengatakan aturan baru ini akan berlaku paling cepat hingga 15 Februari 2021.
Lebih dari 1.280 orang dengan Covid-19 telah meninggal di Inggris Raya dalam kurun waktu 28 hari sejak tes menunjukkan hasil yang positif. Jumlah tersebut membuat total angka kematian menjadi 87.291 orang.

Data terbaru dari pemerintah Inggris Raya pada Jumat (15/1/2021) menunjukkan 55.761 kasus baru yang dilaporkan. Meningkat 48.682 kasus dari hari sebelumnya.

Baca juga: Ada Varian Covid-19 Baru, Turis Inggris Raya Dilarang Masuk Jepang

Sementara itu, lebih dari dua juta orang di seluruh dunia telah meninggal akibat virus ini sejak awal pandemi, berdasarkan data dari John Hopkins University.

Dalam konferensi pers di Downing Street, Boris Johnson mengatakan bahwa sangat penting untuk mengambil langkah ekstra sekarang ini, “ketika setiap harinya kita mengambil langkah maju untuk melindungi populasi.”

“Ini karena kita memiliki harapan adanya vaksin dan adanya risiko dari jenis virus baru yang datang dari luar negeri, sehingga kita harus mengambil langkah tambahan sekarang untuk mencegah virus jenis baru tersebut untuk masuk ke negara ini,” kata Boris Johnson.

Semua koridor perjalanan akan ditutup mulai Senin (18/1/2021) pukul 04.00 waktu setempat. Setelah itu, semua orang yang datang ke Inggris Raya harus melakukan karantina hingga 10 hari, kecuali tes Covid-19 mereka menunjukkan hasil negatif di hari kelima.

Aturan ini akan berlaku di seluruh Inggris Raya setelah pembicaraan dengan pemerintah yang bersinggungan.

Perdana Menteri Inggris akan memimpin rapat darurat hari Senin guna mengkoordinir langkah penanggulangan Covid-19 karena adanya varian baru. (AP: Toby Melville)AP/TOBY MELVILLE via ABC INDONESIA Perdana Menteri Inggris akan memimpin rapat darurat hari Senin guna mengkoordinir langkah penanggulangan Covid-19 karena adanya varian baru. (AP: Toby Melville)

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan meningkatkan penjagaan di perbatasan serta di dalam negeri.

Koridor perjalanan diperkenalkan pada musim panas untuk memungkinkan orang-orang bepergian dari beberapa negara yang memiliki jumlah kasus Covid-19 yang rendah. Mereka bisa datang ke Inggris Raya tanpa harus melakukan karantina.

Trade Body Airlines Inggris Raya mengatakan mereka mendukung pembatasan terbaru tersebut. Dengan asumsi pemerintah akan mencabut aturan tersebut ketika keadaan dirasa sudah aman.

Chief Executive Trade Body Airlines Tim Aldersdale mengatakan bahwa koridor perjalanan adalah penyelamat bagi industri penerbangan di musim panas lalu. Namun, dengan keadaan telah berubah dan iya setuju bahwa ini adalah keadaan gawat darurat.

Sementara itu, pemimpin partai buruh Keir Starmer mengatakan itu adalah langkah yang tepat. Namun, waktu keputusan tersebut dianggap lambat. Ia juga menambahkan, publik akan berpikir kenapa aturan tersebut tidak dilaksanakan lebih cepat.

Baca juga: WNA dari Inggris Dilarang Masuk Indonesia, Bagaimana dengan WNI?

Boris Johnson memperingatkan bahwa NHS (kementerian kesehatan Inggris) sedang mengalami tekanan luar biasa dengan adanya angka admisi rumah sakit paling tinggi dalam satu hari selama pandemi pada awal minggu.

Ia mengatakan, pada Selasa (12/1/2021) ada 4.134 admisi baru, sementara Inggris memiliki lebih dari 37.000 pasien Covid-19 di rumah sakit.

Johnson mengatakan ketika mereka yang paling rawan telah diberi vaksinasi pada pertengahan Februari, “kami akan memikirkan langkah apa yang bisa kami ambil untuk mengangkat kembali pembatasan tersebut.”

Inggris saat ini sedang berada di bawah lockdown nasional. Artinya, orang-orang harus berada di rumah dan hanya bisa pergi untuk alasan khusus saja. Misalnya, belanja makanan, berolahraga, atau bekerja jika mereka tidak bisa melakukannya di rumah.

Kebijakan serupa juga diterapkan Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.

The Dark Hedges di Irlandia Utara terkenal sebagai Kings Road di serial GOT. Dok. Lonely Planet The Dark Hedges di Irlandia Utara terkenal sebagai Kings Road di serial GOT.

Di kesempatan yang sama, ketua petugas medis Inggris Prof. Chris Whitty mengatakan pembatasan ini akan perlu diangkat secara bertahap dengan melakukan uji coba langkah mana yang cocok. Jika langkah tersebut dirasa cocok, baru lanjutkan ke langkah selanjutnya.

Menurut dia, puncak di mana orang-orang akan masuk ke rumah sakit akan terjadi dalam waktu 10 hari ke depan. Namun, ia berharap puncak infeksi telah terjadi di Inggris bagian tenggara, timur, dan London.

“Puncak kematian saya takutkan terjadi sebentar lagi, puncak rawat inap di rumah sakit di beberapa bagian negara telah terjadi sekarang,” ujar Chris Whitty.

Baca juga: Ada Jenis Covid-19 Baru, Banyak Negara Tangguhkan Penerbangan dari Inggris Raya

“Mudah” untuk menyesuaikan vaksin

Larangan para pendatang dari Amerika Selatan, Portugal, dan Cape Verde untuk memasuki Inggris Raya mulai berlaku Jumat (15/1/2021) pagi waktu setempat sebagai langkah pencegahan varian baru corona yang sangat menular.

Penasihan ketua petugas ilmiah Patrick Vallance mengatakan bahwa sebagian besar varian baru corona akan bisa “lolos” dari vaksin Covid. Namun sebenarnya, “cukup mudah” untuk menyesuaikan vaksin agar bisa mengatasi mutasi virus.

Varian baru tersebut sebelum telah diidentifikasi di Inggris Raya dan Afrika Selatan. Dengan banyaknya negara yang memberlakukan pembatasan kedatangan dari kedua negara tersebut.

Kementerian Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan ada total 35 kasus yang dikonfirmasi secara genom dan 12 kasus kemungkinan dari varian Covid-19 yang baru yang berasal dari Afrika Selatan telah diidentifikasi di Inggris pada 14 Januari 2021.

Ilustrasi keramaian di London, Inggris.ABC Indonesia Ilustrasi keramaian di London, Inggris.

Lebih awal, seorang ilmuwan mengatakan satu dari dua varian yang pertama kali dideteksi di Brazil telah ditemukan di Inggris Raya. Namun, varian tersebut bukan varian yang sama yang sekarang dikhawatirkan.

“Saya pikir sangat mungkin vaksin yang sekarang kita miliki bisa melindungi dari varian Inggris Raya dan bisa memberikan perlindungan terhadap varian lainnya juga. Pertanyaannya adalah sampai sejauh mana,” jelas Patrick Vallance.

Data terbaru, lebih dari tiga juga orang di Inggris Raya telah menerima dosis pertama vaksin, yakni sebesar 3.234.946 orang. Peningkatan 316.694 orang dari hari sebelumnya.

Patrick berharap vaksin akan mengurangi transmisi virus, tapi ia menyarankan akan orang-orang tidak langsung berkeliaran karena risiko tetap ada.

“Hanya karena kamu telah divaksinasi bukan berarti kamu tidak bisa terpapar virus ini dan menularkannya, artinya hanya kamu terlindungi dari penyakit yang lebih parah,” tambah dia.

Sementara itu, perkiraan terbaru angka R yang dimiliki Inggris Raya—yakni rata-rata jumlah orang yang rata-rata akan menularkan virus—adalah 1.2 hingga 1.3, sementara angka minggu lalu adalah 1-1.4.

Namun di London, dengan pembatasan yang lebih ketat diterapkan, angka R menurun jadi antara 0.9-1.2.

Di Wales, aturan baru untuk orang yang belanja dan staff diberlakukan setelah bukti yang kuat menunjukkan Covid-19 menyebar di supermarket.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X