Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Patuhi Protokol Kesehatan Saat Bepergian meski Sudah Divaksin, Ini Alasannya

Kompas.com - 16/01/2021, 20:40 WIB
Syifa Nuri Khairunnisa,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi

Sumber Livemint

Menurut Englund, hal paling penting yang bisa dipertimbangkan sebelum liburan nanti adalah tingkat infeksi di daerah tujuan. Serta jumlah vaksinasi yang sudah dilakukan di populasi tersebut.

Baca juga: Ada Vaksin, Kapan Waktu yang Tepat untuk Sambut Turis Asing?

Weisenberg menambahkan, jangan heran jika itu terasa seperti latihan yang berlawanan dengan intuisi.

Misalnya, di Kota New York, di mana 25 persen populasinya dipercaya sudah terinfeksi Covid-19, untuk mencapai kekebalan kelompok mungkin akan membutuhkan jumlah vaksinasi yang lebih sedikit jika orang yang sudah terinfeksi sebelumnya bisa mempertahankan antibodi yang setara.

Risiko tertular dan menularkan virus ketika berkunjung ke Manhattan, New York mungkin akan cukup rendah, menurut Weisenberg.

Hal tersebut mempertimbangkan keketatan lockdown yang diberlakukan, serta sejarah penerimaan vaksin yang jauh lebih mudah di area urban daripada di area pedesaan.

Selain itu, juga mempertimbangkan jumlah pengetesan Covid-19 yang cukup tinggi di antara populasi lokal, walaupun kepadatan penduduknya cukup tinggi.

Definisi “Perjalanan yang Aman” yang terus berubah

Kamu juga akan melihat definisi perjalanan yang aman terus berubah dari minggu ke minggu. Terutama di beberapa bagian dunia masih terus melawan tingginya jumlah kasus akibat perjalanan liburan dan varian baru dari virus ini.

“Kamu harus mempertimbangkan masalah pergi ke suatu tempat dan membawa kembali virus tersebut ke area yang penting,” ujar Weisenberg.

Salah satu cara yang bisa dilakukan mungkin adalah mencari angka ketersediaan rumah sakit, khususnya kasur ICU, sebelum pergi liburan ke mana pun. Hal itu untuk memastikan sistem lokal belum kewalahan.

Baca juga: Jangan Jadikan Vaksin Indikator untuk Hapus Pembatasan Pengunjung Tempat Wisata

Weisenberg juga percaya bahwa peningkatan akurasi rapid test antigen akan membantu memastikan keamanan dengan semakin meningkatnya mobilitas.

“Saya akan naik pesawat, jujur saja. Saya akan memakai masker, saya akan pastikan tempat duduk kami tidak terletak di dekat orang lain, dengan jarak yang cukup dengan mereka, dan menggunakan semua hand sanitizer,” pungkasnya.

Dan jika ia akan mengunjungi situs wisata lokal, ia akan bertindak seolah-olah ia belum divaksinasi. Ia akan bersikap penuh kehati-hatian sama seperti yang ia lakukan seperti sebelum divaksin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Sumber Livemint
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com