Kompas.com - 18/01/2021, 17:05 WIB
Pemanjat sedang memanjat jalur Om Fungky (tingkat kesulitan 5.9+) Tebing Kuta Lingkung, Klapa Nunggal, Jawa Barat (13/6/2020). Tebing Kuta Lingkung merupakan tebing kapur yang berada di area Karst Klapa Nunggal dan memiliki potensi wisata minat khusus. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPemanjat sedang memanjat jalur Om Fungky (tingkat kesulitan 5.9+) Tebing Kuta Lingkung, Klapa Nunggal, Jawa Barat (13/6/2020). Tebing Kuta Lingkung merupakan tebing kapur yang berada di area Karst Klapa Nunggal dan memiliki potensi wisata minat khusus.

“Kemudian ke depan adalah penerapan booking online. Ini harus dipahami semua. Dengan tiket online itu, kita bisa mengontrol, mengetahui siapa saja yang masuk, berapa banyak, dan seterusnya,” ujar Nandang.

3. Penggunaan teknologi pelacak wisatawan

Langkah lain adalah rencana penggunaan teknologi canggih, seperti gelang pelacak yang telah diterapkan di Balai TN Gunung Merbabu (BTNGMb)

Menurut Nandang, penerapan teknologi pelacak tersebut mampu mempermudah pihak pengelola kawasan wisata petualangan untuk melacak para pengunjung.

Baca juga: Indonesia Punya 556 Kawasan Konservasi, Mana yang Boleh Dikunjungi?

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Kamis (25/4/2019), Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan—pada saat itu menjabat sebagai Kepala BTNGMb—mengatakan, gelang yang dikenakan para pendaki dilengkapi chip Radio Frequency Identification (RFID).

“Nanti semua pendaki akan kami berikan, kami pinjami, kami pasangkan gelang yang ada chip-nya RFID, sehingga kami dapat memonitor posisi pendaki untuk meminimalkan, misalnya pendaki hilang atau kendala lainnya. Jadi mendeteksi posisi dia di mana begitu,” ujar dia kepada Kompas.com.

4. Penetapan standar keselamatan pengunjung

Dalam penetapan standar keselamatan pengunjung, Nandang mengatakan bahwa pihaknya juga akan mengatur standar peralatan yang boleh digunakan.

“Peralatannya tentunya kita akan menolak kalau ada pengunjung yang tidak pakai sepatu mendaki, tidak bawa jaket, dan seterusnya,” sambung dia.

5. Penetapan kawasan wisata petualangan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X