Kompas.com - 18/01/2021, 17:05 WIB
Dua kelotok wisata ditambat di dermaga Desa Sungai Sekonyer, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Semenjak Taman Nasional Tanjung Puting ditutup Maret lalu, ratusan pelaku usaha wisata kewalahan memenuhi kebutuhan hidup. KOMPAS.com/DEWANTARADua kelotok wisata ditambat di dermaga Desa Sungai Sekonyer, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Semenjak Taman Nasional Tanjung Puting ditutup Maret lalu, ratusan pelaku usaha wisata kewalahan memenuhi kebutuhan hidup.

Jika hendak melakukan wisata petualangan, aktivitas itu hanya diizinkan di area yang telah ditetapkan pengelola kawasan konservasi.

Adapun, penetapan kawasan wisata petualangan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung dan kerawanan kawasan.

“Yang terakhir saya kira kita sudah mulai harus tegas. Ada selebgram yang disanksi seperti di Rinjani, dua tahun tidak boleh berkunjung ke sana,” ujar Nandang.

6. Pertimbangan aspek berkelanjutan

Dalam mengembangkan wisata petualangan dan pengelolaan wisata alam, Nandang mengatakan bahwa pihaknya tidak luput dalam mempertimbangkan sejumlah aspek.

Baca juga: Mengenal Rute Ekspedisi Wallacea dalam Pola Perjalanan Wisata Adventure Indonesia

Mulai dari aspek konservasi, komunitas, dan komoditas secara berkelanjutan menurut dia tetap harus dipertimbangkan.

7. Kerja sama dengan obyek wisata di sekitar

Selama kuota wisatawan masih diterapkan, Nandang menuturkan bahwa rencananya akan ada konektivitas dengan obyek wisata di sekitar kawasan konservasi untuk mengalihkan kunjungan ke sana.

8. Jeda kunjungan diteruskan

Saat ini, sejumlah TN atau TWA berlakukan jeda kunjungan. Nandang mengatakan bahwa hal tersebut tetap akan dilakukan selama pengembangan wisata alam dan wisata petualangan.

“Jeda atau puasa kunjungan juga akan kita teruskan. Kenapa? Karena kita juga berasumsi, kawasan butuh beristirahat dari keramaian. Harapan kita dengan penutupan ini, alam diberikan kesempatan untuk pemulihan secara alami,” tutur dia.

9. Edukasi lebih lanjut kepada pengunjung

Kemudian, pihaknya juga akan gencar melakukan edukasi kepada pengunjung bahwa tempat yang mereka datangi adalah kawasan konsrevasi yang memiliki aturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X