Kompas.com - 18/01/2021, 17:05 WIB
Pemanjat sedang memanjat jalur Om Fungky (tingkat kesulitan 5.9+) Tebing Kuta Lingkung, Klapa Nunggal, Jawa Barat (13/6/2020). Tebing Kuta Lingkung merupakan tebing kapur yang berada di area Karst Klapa Nunggal dan memiliki potensi wisata minat khusus. KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJOPemanjat sedang memanjat jalur Om Fungky (tingkat kesulitan 5.9+) Tebing Kuta Lingkung, Klapa Nunggal, Jawa Barat (13/6/2020). Tebing Kuta Lingkung merupakan tebing kapur yang berada di area Karst Klapa Nunggal dan memiliki potensi wisata minat khusus.

KOMPAS.comWisata alam yang mencakup petualangan tengah naik daun. Sebab, berkunjung ke tempat wisata di alam dirasa lebih aman selama new normal.

Dalam pengembangan wisata petualangan agar lebih maju, terlebih di kawasan konservasi, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Nandang Prihadi memaparkan sejumlah kebijakan terkait hal tersebut.

Baca juga: Daftar Lengkap TN, TWA, dan Suaka Margasatwa di Indonesia

“Kami tentu perlu meningkatkan kapasitas petugas dalam mendampingi wisatawan, termasuk dalam bidang keselamatan dan P3K,” kata dia.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam seminar online Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) bertajuk “Membangkitkan Kembali Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Petualangan” pada Kamis (14/1/2021).

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut Kompas.com rangkum sejumlah kebijakan dalam pengembangan wisata petualangan di Indonesia, Senin (18/1/2021):

1. Peningkatan kapasitas petugas

Salah satu yang akan dilakukan adalah peningkatan kapasitas petugas jaga di kawasan konservasi area wisata petualangan.

Menurut Nandang, hal tersebut perlu disiapkan karena mulanya taman nasional dan taman wisata alam tidak dibuka untuk kegiatan wisata, sehingga penjaga adalah Polisi Kehutanan.

2. Penerapan reservasi online

Langkah selanjutnya yang tengah direncanakan dalam mengembangkan wisata petualangan di kawasan konservasi adalah penerapan reservasi online.

Gunung Merbabu dilihat dari Gunung Telomoyo.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Gunung Merbabu dilihat dari Gunung Telomoyo.

“Kemudian ke depan adalah penerapan booking online. Ini harus dipahami semua. Dengan tiket online itu, kita bisa mengontrol, mengetahui siapa saja yang masuk, berapa banyak, dan seterusnya,” ujar Nandang.

3. Penggunaan teknologi pelacak wisatawan

Langkah lain adalah rencana penggunaan teknologi canggih, seperti gelang pelacak yang telah diterapkan di Balai TN Gunung Merbabu (BTNGMb)

Menurut Nandang, penerapan teknologi pelacak tersebut mampu mempermudah pihak pengelola kawasan wisata petualangan untuk melacak para pengunjung.

Baca juga: Indonesia Punya 556 Kawasan Konservasi, Mana yang Boleh Dikunjungi?

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, Kamis (25/4/2019), Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan—pada saat itu menjabat sebagai Kepala BTNGMb—mengatakan, gelang yang dikenakan para pendaki dilengkapi chip Radio Frequency Identification (RFID).

“Nanti semua pendaki akan kami berikan, kami pinjami, kami pasangkan gelang yang ada chip-nya RFID, sehingga kami dapat memonitor posisi pendaki untuk meminimalkan, misalnya pendaki hilang atau kendala lainnya. Jadi mendeteksi posisi dia di mana begitu,” ujar dia kepada Kompas.com.

4. Penetapan standar keselamatan pengunjung

Dalam penetapan standar keselamatan pengunjung, Nandang mengatakan bahwa pihaknya juga akan mengatur standar peralatan yang boleh digunakan.

“Peralatannya tentunya kita akan menolak kalau ada pengunjung yang tidak pakai sepatu mendaki, tidak bawa jaket, dan seterusnya,” sambung dia.

5. Penetapan kawasan wisata petualangan

Jika hendak melakukan wisata petualangan, aktivitas itu hanya diizinkan di area yang telah ditetapkan pengelola kawasan konservasi.

Dua kelotok wisata ditambat di dermaga Desa Sungai Sekonyer, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Semenjak Taman Nasional Tanjung Puting ditutup Maret lalu, ratusan pelaku usaha wisata kewalahan memenuhi kebutuhan hidup. KOMPAS.com/DEWANTARA Dua kelotok wisata ditambat di dermaga Desa Sungai Sekonyer, Kalimantan Tengah, beberapa waktu lalu. Semenjak Taman Nasional Tanjung Puting ditutup Maret lalu, ratusan pelaku usaha wisata kewalahan memenuhi kebutuhan hidup.

Adapun, penetapan kawasan wisata petualangan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung dan kerawanan kawasan.

“Yang terakhir saya kira kita sudah mulai harus tegas. Ada selebgram yang disanksi seperti di Rinjani, dua tahun tidak boleh berkunjung ke sana,” ujar Nandang.

6. Pertimbangan aspek berkelanjutan

Dalam mengembangkan wisata petualangan dan pengelolaan wisata alam, Nandang mengatakan bahwa pihaknya tidak luput dalam mempertimbangkan sejumlah aspek.

Baca juga: Mengenal Rute Ekspedisi Wallacea dalam Pola Perjalanan Wisata Adventure Indonesia

Mulai dari aspek konservasi, komunitas, dan komoditas secara berkelanjutan menurut dia tetap harus dipertimbangkan.

7. Kerja sama dengan obyek wisata di sekitar

Selama kuota wisatawan masih diterapkan, Nandang menuturkan bahwa rencananya akan ada konektivitas dengan obyek wisata di sekitar kawasan konservasi untuk mengalihkan kunjungan ke sana.

8. Jeda kunjungan diteruskan

Saat ini, sejumlah TN atau TWA berlakukan jeda kunjungan. Nandang mengatakan bahwa hal tersebut tetap akan dilakukan selama pengembangan wisata alam dan wisata petualangan.

“Jeda atau puasa kunjungan juga akan kita teruskan. Kenapa? Karena kita juga berasumsi, kawasan butuh beristirahat dari keramaian. Harapan kita dengan penutupan ini, alam diberikan kesempatan untuk pemulihan secara alami,” tutur dia.

9. Edukasi lebih lanjut kepada pengunjung

Kemudian, pihaknya juga akan gencar melakukan edukasi kepada pengunjung bahwa tempat yang mereka datangi adalah kawasan konsrevasi yang memiliki aturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

3 Hotel Ini Re-branding Jadi Penginapan Bercita Rasa Indonesia

Travel Update
5 Kafe Rasa Bali di Jakarta, Mulai dari Nuansa Ubud hingga Seminyak

5 Kafe Rasa Bali di Jakarta, Mulai dari Nuansa Ubud hingga Seminyak

Jalan Jalan
Cara Naik Kereta Gantung TMII Saat New Normal

Cara Naik Kereta Gantung TMII Saat New Normal

Jalan Jalan
Mudik 2021 Dilarang, 5 Tempat Wisata di Jakarta Ini Bisa Dikunjungi

Mudik 2021 Dilarang, 5 Tempat Wisata di Jakarta Ini Bisa Dikunjungi

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Wisata di TMII Bareng Anak, Main ke Taman Burung

Itinerary Seharian Wisata di TMII Bareng Anak, Main ke Taman Burung

Itinerary
Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose untuk Syarat Terbang

Bandara I Gusti Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose untuk Syarat Terbang

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajah TMII, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary 2 Hari 1 Malam Jelajah TMII, Bisa ke Mana Saja?

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X