Epidemiolog: Sebelum Vaksin Jangan Liburan

Kompas.com - 19/01/2021, 15:50 WIB
Sejumlah penumpang kapal dari Kepulauan Seribu tiba di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Sabtu (26/12/2020). Menurut data dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu sebanyak 3.018 wisatawan berkunjung di Kepulauan Seribu seperti Pulau Tidung, Pari, dan Pramuka untuk mengisi liburan Natal 2020 dengan pengawasan ketat protokol kesehatan guna mngantisipasi penularan COVID-19. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSejumlah penumpang kapal dari Kepulauan Seribu tiba di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta, Sabtu (26/12/2020). Menurut data dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu sebanyak 3.018 wisatawan berkunjung di Kepulauan Seribu seperti Pulau Tidung, Pari, dan Pramuka untuk mengisi liburan Natal 2020 dengan pengawasan ketat protokol kesehatan guna mngantisipasi penularan COVID-19.

KOMPAS.com – Epidemiolog Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra menegaskan bahwa masyarakat ada baiknya tidak liburan sebelum vaksinasi Covid-19.

“Kalau ditanya mana yang lebih baik, keluar rumah atau di dalam rumah, sudah pasti di dalam rumah saja,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, pemahaman akan pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia dan kasus Covid-19 yang kian meningkat tidak hanya perlu dipahami oleh kepala keluarga namun juga anggota keluarga lain.

Baca juga: Epidemiolog: Setelah Vaksin Jangan Langsung Liburan

Selama Covid-19 belum landai, Hermawan menganjurkan agar masyarakat terus waspada dengan lingkungan termasuk dalam lingkup keluarga.

Meski begitu, Hermawan tidak menampik bahwa manusia juga butuh berwisata. Menurut dia, masyarakat tetap bisa berwisata namun lebih selektif.

“Kalau terbuka, misal area publik seperti waterboom, mal, area tertutup atau nonton bareng jangan,” tuturnya.

Baca juga: Jangan Jadikan Vaksin Indikator untuk Hapus Pembatasan Pengunjung Tempat Wisata

Namun jika wisatawan pergi ke Puncak misalnya, untuk menginap di satu penginapan yang hanya diisi oleh keluarganya, mereka tidak hanya dapat menikmati udara segar namun juga terjauh dari kerumunan.

Kendati demikian, mereka juga diimbau untuk selalu tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan. Salah satunya jangan asal menyentuh fasilitas atau permainan anak publik.

“Tujuannya wisata keluarga yang tidak bercampur dengan keluarga lain yang tidak dikenal. Ini yang jadi catatan, agak selektif dalam pilihan tujuan wisata,” kata Hermawan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X