Kompas.com - 22/01/2021, 09:53 WIB
Seorang pengunjung terlihat memakai masker di depan objek wisata teranyar Singapura, air terjun Rain Vortex di Jewel Changi Airport. Air terjun dalam ruangan setinggi 40 meter ini diklaim merupakan yang terbesar di dunia.  AFP/GETTY IMAGES/ROSLAN RAHMANSeorang pengunjung terlihat memakai masker di depan objek wisata teranyar Singapura, air terjun Rain Vortex di Jewel Changi Airport. Air terjun dalam ruangan setinggi 40 meter ini diklaim merupakan yang terbesar di dunia.


KOMPAS.com – Semua pendatang termasuk warga negara Singapura dan permanent resident, diwajibkan untuk melakukan tes Covid-19 berbasis RT-PCR saat kedatangan di Singapura.

Hal tersebut diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Singapura, Sabtu (16/1/2021) seperti dilansir dari Channel News Asia.

Kebijakan tersebut akan berlaku mulai tanggal 24 Januari 2021, pukul 23.59 waktu setempat sebagai bagian dari usaha pengetatan perbatasan untuk mengontrol risiko kasus impor Covid-19.

Baca juga: Bepergian ke Singapura Saat Pandemi Covid-19, Ini yang Perlu Diketahui

Kebijakan karantina mandiri, termasuk tes RT-PCR di akhir karantina akan terus dilakukan.

Untuk memfasilitasi proses tes Covid-19 tersebut, para pendatang didorong untuk melakukan registrasi dan melakukan pembayaran untuk tes Covid-19 tersebut sebelum berangkat ke Singapura.

Saat ini, para pendatang yang bukan merupakan warga negara Singapura atau permanent residents, serta mereka yang punya sejarah bepergian ke negara atau daerah tinggi risiko, diharuskan melakukan tes RT-PCR dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan. Mereka kemudian akan dites lagi di akhir masa karantina.

Dalam rilis media, Kementerian Kesehatan Singapura menyoroti situasi darurat dari variasi Covid-19 yang baru. Serta memburuknya kondisi coronavirus di seluruh dunia.

Hawker Singapura yang mendapat pengakuan UNESCOShutterstock Hawker Singapura yang mendapat pengakuan UNESCO

“Satuan Tugas yang terdiri dari banyak kementerian secara reguler meninjau aturan perbatasan Singapura untuk mengontrol risiko kasus impor serta lokal dari para pendatang,” kata pihak dari Kementerian Kesehatan Singapura.

“Dengan semakin meningkatnya kasus Covid-19 di seluruh dunia, kami akan menetapkan kebijakan yang lebih ketat untuk para pendatang agar bisa mengontrol risiko kasus impor.”

Aturan untuk pendatang dari Inggris Raya dan Afrika Selatan

Kementerian Kesehatan Singapura juga mengumumkan bahwa semua warga negara Singapura dan permanent residents yang kembali dari Inggris Raya dan Afrika Selatan akan harus menjalani karantina tambahan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X