Kompas.com - 22/01/2021, 09:53 WIB
Keramaian komuter yang memakai masker di dalam MRT Singapura yang melintas di distrik Telok Ayer yang terletak di pusat kota, Sabtu sore (03/10/2020). Angka infeksi harian Covid-19 di Singapura menyentuh satu digit tepatnya 6 kasus untuk pertama kalinya dalam 7 bulan terakhir. KOMPAS.com/ ERICSSEN Keramaian komuter yang memakai masker di dalam MRT Singapura yang melintas di distrik Telok Ayer yang terletak di pusat kota, Sabtu sore (03/10/2020). Angka infeksi harian Covid-19 di Singapura menyentuh satu digit tepatnya 6 kasus untuk pertama kalinya dalam 7 bulan terakhir.

Mereka diwajibkan melakukan karantina mandiri di tempat tinggal mereka selama 7 hari, setelah sebelumnya menyelesaikan karantina selama 14 hari di fasilitas yang sudah disediakan pemerintah.

Aturan tersebut sudah berlaku sejak tanggal 18 Januari 2021, mulai pukul 23.59 waktu setempat.

Baca juga: Singapura Pertimbangkan Izinkan Wisatawan yang Sudah Divaksin Berkunjung

Para pendatang tersebut harus melakukan tes di akhir masa karantina di rumah, dan melakukan tes lagi setelah mereka menyelesaikan periode tujuh hari karantina mandiri tambahan tersebut.

Tindakan pencegahan lebih lanjut ini akan berlaku untuk pendatang yang saat ini sedang melakukan karantina, dan akan diberlakukan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Otoritas Singapura sebelumnya telah membatasi akses masuk dan transit untuk pemegang akses jangka panjang serta pengunjung jangka pendek yang memiliki riwayat perjalanan ke Inggris dan Afrika Selatan baru-baru ini.

Hal tersebut didasari adanya kekhawatiran terhadap varian virus corona baru yang lebih menular yang beredar di negara-negara tersebut.

Cakupan asuransi

Mulai 31 Januari 2021 pukul 23.59 waktu setempat, para pendatang yang akan masuk ke Singapura di bawah Air Travel Pass (ATP) dan Reciprocal Green Lanes (RGLs), diharuskan untuk memiliki asuransi perjalanan khusus.

Asuransi perjalanan tersebut harus mencakup perawatan Covid-19 serta biaya rumah sakit di Singapura, dengan cakupan minimum senilai 30.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 318 juta.

“Asuransi perjalanan ini akan membantu mereka membayar biaya perawatan medis mereka di Singapura. Para pendatang bisa membeli asuransi perjalanan dari perusahaan yang ada di Singapura atau dari luar negeri,” papar pihak Kementerian Kesehatan Singapura.

Saat ini, pendatang jangka pendek yang masuk ke Singapura di bawah ATP dan RGLs diharuskan untuk menanggung semua harga perawatan medis jika mereka dicurigai terinfeksi Covid-19 atau membutuhkan perawatan yang berkaitan Covid-19 ketika berada di Singapura.

Kementerian Kesehatan Singapura akan terus meninjau data dan bukti terkait kasus coronavirus yang baru, serta memperbaharui kebijakan tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi.

Segala perbaharuan terkait aturan perbatasan akan diperbaharui di situs resmi SafeTravel. Para pendatang yang akan pergi ke Singapura disarankan untuk mengunjungi situs tersebut untuk memeriksa aturan perbatasan yang paling baru sebelum datang ke Singapura.

Dengan begitu, para pendatang bisa mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan aturan perbatasan yang berlaku. Termasuk juga pembayaran untuk fasilitas karantina, tes, serta perawatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X