PHRI Badung: Sandiaga Ngantor di Bali Akan Mudahkan Komunikasi

Kompas.com - 24/01/2021, 17:05 WIB
Ilustrasi Bali - Pemandangan Pantai Keramas di Gianyar, Bali. SHUTTERSTOCK / Leo_nikIlustrasi Bali - Pemandangan Pantai Keramas di Gianyar, Bali.

KOMPAS.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, mengatakan, pihaknya sangat setuju akan rencana Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno untuk berkantor di Bali.

“Memang sejak awal saya ketemu beliau di Harida Wisnu Kencana (GWK), justru saya dulu yang usulkan," kata dia kepada Kompas.com, Minggu (24/1/2021).

Ia melanjutkan, hal itu membuat lebih gampang dilakukannya komunikasi, koordinasi, dan eksekusi program-program pariwisata di Bali. 

Baca juga: 8 Kegiatan Asyik di Rumah Gemuk Bali, Piknik di Rumah Kaca

Menurut Rai, Sandiaga berkantor di Bali merupakan hal yang penting jika melihat situasi dan kondisi yang terjadi di Pulau Dewata akibat pandemi Covid-19.

Danau Bratan, Balishutterstock Danau Bratan, Bali

Sebab, Bali sangat bergantung pada pariwisata. Sektor tersebut dikatakan oleh Rai memberi kontribusi terhadap ekonomi Bali hampir 70 persen. Sementara pertanian 18 persen, dan perdagangan 12 persen.

Selanjutnya, dia menuturkan bahwa Bali merupakan role model pariwisata, lokomotif pariwisata Indonesia, dan selalu diperhatikan dunia.

Baca juga: Bali Prioritaskan Pariwisata Berbasis Kebudayaan

“Dengan situasi dan kondisi seperti ini, setiap hari kita kehilangan devisa. Kalau dia di sini, akan efektif banget saya lihat. Setiap saat koordinasi. Inilah yang harus dilakukan untuk pertahankan devisa pariwisata,” imbuh Rai.

Dengan berkantornya Sandiaga di Bali, hal tersebut juga akan memudahkan para pelaku pariwisata di sana untuk memberi aspirasi dan masukan terkait pemulihan pariwisata.

Rencana Sandiaga berkantor di Bali

Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa dia ingin berkantor di Bali untuk melihat dan merasakan langsung pemulihan pariwisata Pulau Dewata.

“Berkantor di Bali paling tidak sebulan sekali beberapa hari. Ini berkantor benar ya, bukan berkunjung, tapi berkantor," kata dia dalam webinar bertajuk “Merajut Tali Gagasan Bali Kembali dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Keberlangsungan Pariwisata di Bali 2021”, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Liburan ke Bali, Ini 3 Rekomendasi Tempat Makannya

Mengutip Kompas.com, Minggu (24/1/2021), inisiatif tersebut juga dapat membuka ruang diskusi antara dirinya dengan pelaku usaha atau pemerhati sosial.

Meski begitu, keputusan berkantor di Bali tidak akan diambil secara sepihak. Sandiaga berharap pihaknya mendapat masukan dari para pemangku kepentingan terkait soal gagasan tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X