Kompas.com - 25/01/2021, 14:26 WIB
Gunung Ireng, salah satu tempat wisata di Kabupaten Gunungkidul. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYAGunung Ireng, salah satu tempat wisata di Kabupaten Gunungkidul.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Wakil Bupati Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Immawan Wahyudi mengusulkan penghapusan syarat hasil negatif swab atau rapid antigen kepada wisatawan luar daerah.

Usulannya itu dilatarbelakangi keluhan pelaku wisata terkait kunjungan wisata yang terus menurun.

Immawan mengaku mengunjungi sejumlah tempat wisata, seperti lembah Ngingrong dan kawasan pantai.

Baca juga: Pelaku Usaha Wisata di Gunungkidul Keluhkan Anjloknya Pengunjung Akibat PPKM

 

Dia pun mendapatkan laporan bahwa selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), terjadi penurunan wisatawan yang signifikan.

Bahkan di kawawan pantai, suasananya sangat sepi. Biasanya sebelum PPKM bisa 3.000 kunjungan, tetapi saat ini kurang dari 700 wisatawan.

"Dihitung-hitung menurun 80 persen dan dengan itu (penurunan kunjungan wisata) jelas berpengaruh kepada kondisi ekonomi masyarakat," kata Immawan saat ditemui Kompas.com di Kantornya, Senin (25/1/2021).

Pantai Wediombo, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pantai Wediombo, Gunungkidul.

Dari keluhan yang didapatkan dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis), penurunan disebabkan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul yang menerapkan syarat menunjukkan surat rapid antigen negatif terhadap pengunjung dari luar DIY.

Adapun, di DIY hanya Kabupaten Gunungkidul yang mewajibkan setiap wisatawan dari luar provinsi untuk mengantongi hasil rapi antigen negatif Covid-19.

"Mereka (Pokdarwis) mengatakan, kondisinya lebih parah daripada awal pandemi (Covid-19) dan mereka minta jangan ada syarat rapid antigen untuk masuk tempat wisata. Yang paling utama penerapan prokes ketat di lokasi wisata," ujar Immawan.

Baca juga: Wisata ke Gunungkidul, Jangan Lupa Beli Durian Kencono Rukmi yang Unik

Dirinya pun melihat para pelaku wisata memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Saat ini pun belum ada klaster lokasi wisata di Gunungkidul.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X