Kompas.com - 26/01/2021, 14:40 WIB
Sejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANSejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.


KOMPAS.com – Rencana penerapan tes GeNose untuk calon penumpang kereta api dan bus di stasiun serta terminal yang diungkapkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah disetujui oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Syarat tersebut akan mulai diberlakukan pada 5 Februari 2021. Calon penumpang kereta api akan bisa memilih antara melakukan syarat rapid test antigen, RT-PCR, atau tes GeNose langsung di stasiun.

Sementara untuk calon penumpang bus, hanya akan dilakukan random test (tes acak) oleh Satgas daerah di terminal-terminal yang sudah ditentukan sebelumnya.

Baca juga: Aturan Terbaru Perjalanan Naik Kendaraan Pribadi dan Angkutan Umum Darat Selama PPKM

“Untuk bus akan dilakukan random checking alias tes acak karena untuk perjalanan darat sifatnya imbauan,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati pada Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Terkait aturan baru ini, Satgas Covid-19 juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2021 yang mengatur tentang aturan perjalanan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid dua, 26 Januari – 8 Februari 2021.

Dalam SE tersebut, hanya tertera syarat tes GeNose yang berlaku untuk pengguna kereta api di luar kawasan satu aglomerasi, selain menggunakan RT-PCR dan rapid test antigen, juga bisa menggunakan GeNose test.

Bagi pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat pribadi hanya disebutkan imbauan untuk melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

GeNose pendeteksi Covid-19 karya ahli UGM siap dipasarkan setelah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan. Foto Dokumentasi Humas UGM GeNose pendeteksi Covid-19 karya ahli UGM siap dipasarkan setelah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan.

Serta untuk pelaku perjalanan dengan transportasi umum darat ada poin peringatan akan adanya random test yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Daerah.

Seperti tertera dalam berita Kompas.com, Menhub Budi mengatakan bahwa pengecekan random menggunakan alat GeNose pada calon penumpang angkutan bus di terminal akan dimulai 5 Februari 2021. Nantinya, tes acak akan dimulai dari Pulau Jawa lebih dahulu.

“Jika nanti saatnya dilakukan pengecekan secara acak dan seseorang dinyatakan positif maka yang bersangkutan tidak dibolehkan untuk berangkat,” kata Budi.

Moda transportasi kereta api dan bus dipilih menjadi yang pertama untuk diterapkan pengecekan Covid-19 menggunakan GeNose karena harga tiket pada rute tertentu lebih murah daripada pengecekan tes Covid-19 melalui rapid test antigen atau PCR test.

Apalagi tes GeNose ini cukup murah. Harganya hanya sekitar Rp 20.000. Jika digunakan dalam skala besar, akan bisa jadi lebih murah lagi, bahkan mencapai Rp 15.000 per tes.

“Kami sudah pesan 200 unit untuk 44 titik stasiun di seluruh Jawa dan Sumatera,” imbuh Menhub Budi.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang.

“Dan secara bertahap kita sudah pesan 100 alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X