Kompas.com - 27/01/2021, 19:20 WIB
Pemandangan laguna di Pulau Baer, Kepulauan Kei, Jumat (16/3/2018). Pulau Baer berada di utara pulau Kei Kecil dan dapat dicapai menggunakan perahu cepat. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESPemandangan laguna di Pulau Baer, Kepulauan Kei, Jumat (16/3/2018). Pulau Baer berada di utara pulau Kei Kecil dan dapat dicapai menggunakan perahu cepat.


KOMPAS.com – Melihat keadaan para pelaku wisata yang terdampak pandemi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Caventer dan Traval.co menghadirkan rangkaian tur virtual terbaru.

Kali ini, tur virtual tersebut akan mengajak masyarakat ke 10 desa wisata yang jadi surga tersembunyi di Indonesia.

“Kita ingin menampilkan sesuatu yang orang belum banyak tahu, yakni ingin memperkenalkan desa wisata,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya dalam konferensi pers Virtual Indonesia: Surga yang Tersembunyi, Rabu (27/1/2021).

Sebelumnya, selama tahun 2020 Kemenparekraf bersama Traval.co sudah mengadakan dua kali virtual tur yakni Virtual Heritage dan Virtual Indonesia. Kegiatan ini dilakukan agar para pelaku wisata tetap bisa bertahan selama pandemi.

Baca juga: Desa Wisata Anculai di Bintan, Salah Satu Desa Wisata Terbaik di Indonesia

Tak itu saja, ini juga jadi salah satu cara memperkenalkan budaya dan keeksotisan destinasi wisata yang ada di Indonesia.

“Desa-desa ini dipilih berdasarkan keunikannya. Baik dari sisi geografis, budaya, maupun aktivitas atau pengalaman yang ditawarkan tapi belum diketahui oleh masyarakat luas,” tambah Nia.

Lima desa di antaranya terletak di wilayah perbatasan. Tiga desa lainnya menyimpan kearifan lokal dari suku yang unik di Indonesia. Sementara dua desa lagi dianggap bisa memberikan pengalaman yang luar biasa.

 

Wakatobi Wave 2019Dok. Kemenparekraf Wakatobi Wave 2019

CEO Traval.co Julius Bramanto mengatakan, konsep wisata virtual untuk desa wisata ini jadi salah satu cara untuk mengangkat seluruh potensi yang ada di suatu kawasan dan mengemasnya dalam bentuk storyline yang didukung dengan audio visual menarik.

“Kami melihat selama pandemi ini wisata mancanegara berkurang sangat drastis. Sedangkan wisata domestik bergeser jadi wisata lokal atau hyper lokal. Dengan jarak yang cenderung dekat dan tidak memerlukan penerbangan,” jelas Julius.

“Jadi dalam acara ini, kami justru menyasar masyarakat masyarakat yang tinggal tidak jauh desa desa atau kawasan yang kami tampilkan untuk datang dan berkunjung. Tentunya dengan menerapkan protokol yang ketat,” sambung dia.

Baca juga: Bagaimana Desa Wisata Versi Kemenkop UKM?

Salah satu desa yang berpartisipasi dalam virtual tur ini adalah Desa Karangduwur, Kebumen, Jawa Tengah.

Desa ini memiliki beberapa potensi wisata, yakni goa tersembunyi serta air terjun yang termasuk ke dalam kawasan Geopark Karangsambung.

“Efek kolaborasi ini diharapkan nanti wisatawan itu dapat sebuah gambaran, mendapatkan sebuah visual ketika ingin datang ke kami akan mendapatkan seperti apa saja,” kata Pijar, perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Karangduwur.

 

ILUSTRASI - PelancongDok. Biro Komunikasi Publik Kemenparekraf ILUSTRASI - Pelancong

Selain Desa Karangduwur, beberapa desa lainnya termasuk Desa Ngilngof di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara. Lalu ada pula Desa Pulau Baguk di Kepulauan Banyak, dan lainnya.

Tur virtual kali ini akan berlangsung selama sebulan penuh, yakni dari tanggal 30 Januari – 28 Februari 2021. Tur ini akan ditayangkan secara daring melalui kanal YouTube Pesona Indonesia, setiap Sabtu dan Minggu pukul 10.00 WIB.

Seluruh rangkaian kegiatan Virtual Indonesia: Surga Tersembunyi tidak dipungut biaya apa pun.

Namun, bagi kamu yang ingin berkontribusi dalam proses pembangunan destinasi wisata lokal, bisa membeli suvenir atau cinderamata khas daerah tersebut secara online yang hasilnya 100 persen akan dimanfaatkan komunitas lokal.

Baca juga: Wisata Petualangan Bisa Dikembangkan di Desa Wisata

Nantinya mereka akan terus menjalankan program dan kampanye pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Berikut ini jadwal lengkap rangkaian acara Virtual Indonesia: Surga yang Tersembunyi:

  • Sabtu, 30 Januari 2021, pukul 10.00 WIB, Eksotisme Desa Pulau Baguk Kepulauan Banyak
  • Minggu, 31 Januari 2021, pukul 10.00 WIB, Legenda Pulau Pangeran Desa Belibak Kepulauan Anambas
  • Sabtu, 6 Februari 2021, pukul 10.00 WIB, Goa Terakhir untuk Walet
  • Minggu, 7 Februari 2021, pukul 10.00 WIB, Wisata Manis dan Menantang Desa Wisata Nanas Madu Pemalang
  • Sabtu, 13 Februari 2021, pukul 10.00 WIB, Kearifan Berkelanjutan Masyarakat Bayan
  • Minggu, 14 Februari 2021, pukul 10.00 WIB, The Guardians of Selat Pantar
  • Sabtu, 20 Februari 2021, pukul 10.00 WIB, Rahasia Teluk Cendrawasih
  • Minggu, 21 Februari 2021, pukul 10.00 WIB, Membaca Alam Bersama Bajo Mola
  • Sabtu, 27 Februari 2021, pukul 10.00 WIB, Kilau Indah Desa Ngilngof
  • Minggu, 28 Februari 2021, pukul 10.00 WIB, Kisah Sebujit yang Tersembunyi



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X