Kompas.com - 29/01/2021, 12:43 WIB
Gedung Opera di Sydney, Australia. ThinkstockGedung Opera di Sydney, Australia.


KOMPAS.com – Australia resmi memperpanjang penangguhan travel bubble dengan Selandia Baru pada Kamis (28/1/2021) selama 72 jam ke depan setelah lebih banyak kasus komunitas yang dilaporkan di sana.

Seperti dilansir dari The Sydney Mornih Herald, kebijakan yang memungkinkan orang bepergian dari Selandia Baru ke Australia tanpa harus karantina itu ditunda hingga Minggu (31/1/2021) pukul 14.00 waktu setempat.

Penundaan dilakukan setelah ditemukannya dua kasus baru yang terkait dengan virus Covid-19 jenis baru di Auckland pada minggu ini.

Awalnya, penundaan hanya akan dilakukan hingga Kamis (28/1/2021) pukul 14.00 waktu setempat.

Baca juga: Australia-Selandia Baru Terapkan Travel Bubble Mulai 16 Oktober 2020

Pada Minggu (24/1/2021), seorang wanita yang terinfeksi dengan varian Afrika Selatan yang sangat menular. Ia dilaporkan terbukti positif setelah sebelumnya sempat bergerak bebas di komunitas lokal.

Dia sempat menunjukkan dua hasil negatif saat melakukan karantina di Hotel Pullman di Auckland. Namun, dua orang di hotel yang sama dengan wanita tersebut dinyatakan positif setelah menyelesaikan masa karantina.

Pejabat Kepala Medis Australia Michael Kidd pada Kamis (28/1/2021) mengatakan, semua orang yang melakukan kontak erat dengan kasus pertama dan lima dari 11 kontak dekat dari kasus berikutnya sudah dinyatakan negatif. Sisa tes lainnya masih menunggu hasil.

Otoritas kesehatan saat ini sedang berusaha melacak sembilang orang yang bepergian dari Selandia Baru ke Australia. Mereka mungkin berisiko mengalami virus varian baru ini.

Ilustrasi Auckland.Shutterstock Ilustrasi Auckland.

Kidd mengatakan bahwa mereka diberi tahu soal kasus Covid-19 yang baru di Selandia Baru ini pada Minggu (24/1/2021).

“Pada Senin, setelah pengurutan gen cepat, pihak berwenang memberi tahu bahwa orang itu terinfeksi salah satu varian Covid yang dikhawatirkan, yakni varian B1351 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada bulan Oktober,” jelas Kidd.

Varian tersebut katanya lebih mudah menular dan karena itu memberi tingkat risiko yang lebih tinggi. Varian baru ini sekitar 50 persen lebih mudah menular daripada jenis Covid-19 yang sudah ada.

Orang-orang yang datang ke Australia dari Selandia Baru harus melakukan karantina di hotel sejak Senin (25/1/2021). Aturan ini terus akan berlaku hingga Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Paspor Selandia Baru Terkuat di Dunia, Geser Jepang

“Hal ini memungkinkan perlindungan berkelanjutan bagi rakyat Australia sementara tingkat situasi di Selandia Baru terus diklarifikasi,” sambung Kidd.

Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan pada Kamis (28/1/2021) siang bahwa otoritas Selandia Baru sudah memberi tahu Komite Utama Perlindungan Kesehatan Australia tentang kasus baru tersebut.

Menurut Australian Health Protection Principal Committee (AHPPC), ketiga kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di komunitas di Selandia Baru secara genom terkait dengan seorang pelaku perjalanan internasional yang dikarantina di hotel di Auckland.

Hunt menyebut bahwa varian ini telah menyebar ke 26 negara, termasuk ke orang-orang yang datang ke Australia serta mereka yang sedang melakukan karantina wajib di hotel.

Ilustrasi Australia - Kegiatan wisata di Tangalooma Island Resort.dok. Tangalooma Island Resort Ilustrasi Australia - Kegiatan wisata di Tangalooma Island Resort.

Pemerintah Australia menerima rekomendasi dari AHPPC dan juga Kidd untuk memperpanjang penangguhan travel bubble hingga tiga hari ke depan.

Mereka juga menyebut aturan karantina, yang merupakan kewajiban negara bagian, mungkin harus dipertimbangkan kembali untuk para pelaku perjalanan dari Selandia Baru.

Untuk saat ini, otoritas kesehatan Australia sedang berusaha untuk melacak orang-orang yang datang ke Australia setelah dikarantina di Hotel Pullman.

“12 orang yang menjalani karantina di Hotel Pullman telah tiba di Sydney. Tiga telah pergi lagi ke Hong Kong dan otoritas kesehatan di sana telah diberi tahu,” jelas Kidd.

Baca juga: Australia Akan Buka Perbatasan untuk Turis Asing, Ada Prioritas

Dua orang lainnya bepergian ke Queensland, otoritas kesehatan di sana juga telah diberi tahu. Sementara lainnya sedang dilacak di New South Wales dan sedang menjalani tes.

Ia juga mengatakan bahwa siapa pun yang datang dari Selandia Baru sejak 9 Januari 2021 kini sudah diminta untuk melakukan tes dan isolasi mandiri sampai mereka terbukti menunjukkan hasil negatif, khususnya bagi mereka yang sempat tinggal di Hotel Pullman.

Saat ini tidak ada kasus baru terkait transmisi komunitas di Australia selama 11 hari ke belakang.

Penduduk New South Wales mungkin terlah terpapar virus tersebut di Hotel Pullman. Otoritas kesehatan negara bagian Australia tersebut telah diberi tahu perihal tanggal-tanggal pemaparan di hotel.

Baca juga: Australia Izinkan Penggunaan Vaksin Pfizer, Vaksinasi Dimulai Februari

Saat ini mereka sedang berusaha mengontak orang-orang yang ada di sana antara tanggal 30 Desember 2020–24 Januari 2021. Meminta mereka untuk melakukan tes dan isolasi mandiri sampai mendapatkan hasil negatif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Travel Promo
Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Travel Update
Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Update
Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Travel Update
Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Travel Update
Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Travel Update
Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Travel Update
5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

Jalan Jalan
Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Travel Update
4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

Jalan Jalan
5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

Jalan Jalan
Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Travel Update
5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X