Kompas.com - 01/02/2021, 11:11 WIB
Wisatawan di Pioneer Camp, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Minggu (31/1/2021). KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBOWisatawan di Pioneer Camp, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Minggu (31/1/2021).

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Jejeran pohon pinus menjulang tinggi di pinggir pantai yang dikenal dengan sebutan Pioneer Camp, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Tempat itu juga dikenal dengan sebutan Pantai Rancong.

Namun, sebenarnya Pioner Camp lebih menjorok ke dalam dan berada dalam kompleks PT Perta Arun Gas (PAG) dulu dikenal PT Arun NGL.

Saat berkunjung ke Pioneer Camp saat hari libur, kebanyakan pengunjung adalah keluarga atau wisatawan rombongan.

Baca juga: Hotel di Aceh Tengah Ini Gunakan Nama Lokal Gayo untuk Ruangannya

Mereka datang untuk piknik menikmati suasana asri di tengah teduhnya hamparan pohon pinus Pioneer Camp.

 

Jangan lupa pula membawa tikar sebagai alas duduk. Pasalnya, tempat duduk yang disediakan pengelola terbatas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menggelar tikar di tengah hutan pinus pun jadi pilihan tepat, sembari bercengkerama bersama keluarga dan bakar-bakar ikan.

Wisatawan di Pioneer Camp, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Minggu (31/1/2021).KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Wisatawan di Pioneer Camp, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Minggu (31/1/2021).

Aktivitas pengunjung begitu beragam di Pioneer Camp saat Kompas.com berkunjung ke sana, Minggu (31/1/2021).

Sebagian pengunjung yang merupakan pelajar atau mahasiswa tampak bernyanyi dengan iringan gitar. Sebagian lagi terlihat sibuk dengan membakar ikan dan ayam.

Pengelola Pioneer Camp pun menyiapkan mainan untuk anak-anak, mulai kolam bola hingga bebek berenang. Ada pula motor yang disewakan untuk mengelilingi lokasi itu dengan biaya Rp 30.000 per 15 menit.

Baca juga: Sandiaga Uno: Kebangkitan Aceh Akan Menginspirasi Kebangkitan Pariwisata Indonesia

“Jangan pinggir pantai. Takut susah nanti lengket ban motornya di pasir,” kata seorang penyedia sepeda motor sewaan di Pioneer Camp bernama Taufik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X