Kompas.com - 04/02/2021, 07:11 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan hotel dan restoran di Daerah Istimewa Yogyakarta terdampak kebijakan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) tahap kedua.

Akibatnya puluhan hotel dan restoran tersebut memilih tutup dan sebagian harus menjual asetnya untuk membayar gaji karyawan dan operasional hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono menyampaikan anggota PHRI di DIY sebanyak 400 hotel dan restoran. Saat pandemi seperti sekarang anggota PHRI yang masih aktif ada sebanyak 171.

Baca juga: Pembatalan Hotel di Yogyakarta Capai 45 Persen Akibat PPKM

Sementara itu, jumlah hotel dan restoran yang masih aktif tetapi dengan kondisi terengah-engah ada sebanyak kurang lebih ada 100. Sebanyak 50 hotel dan restoran lainnya memilih untuk tutup karena sudah tidak mampu membayar beban dan cash flow sudah habis.

“50 hotel dan restoran itu terdiri dari kebanyakan hotel non bintang dan resto kecil atau rumah makan. Memang ada beberapa hotel bintang, bintang satu sampai empat ada. tapi tak banyak. Kebanyakan adalah non bintang,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (3/2/2020).

Ia mengaku sudah banyak pegawai yang dirumahkan karena hotel tutup.

“Sudah banyak dirumahkan. kalau yang 'mati' kan PHK. Padahal mereka tidak punya uang untuk pesangon dan lain-lain, satu-satunya jalan menjual aset,” ucap dia.

Menurutnya, jalan menjual aset diambil karena hotel dan restoran sudah tidak memiliki uang untuk membayar pegawai dan juga membayar tagihan. Seperti tagihan listrik, air, hingga pajak.

Baca juga: 6 Tempat Wisata di Yogyakarta untuk Menenangkan Diri

“Dia mau apalagi, yang untuk biaya karyawannya menggaji, menanggung tagihannya dari mana kalau sudah tak bisa apa-apa. Ya properti mereka (dijual). karena sudah tutup. Karena sudah tutup ya ngapain. Sudah tak ada kekuatannya,” ujar dia.

Pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah berupa relaksasi atau insentif yang diberikan dari pemerintah kepada para pengusaha hotel maupun restoran.

“Solusi relaksasi dan insentif, kemudian PHRI pusat mengrimkan ke pemerintah pusat. PHRI dair pusat dan daerah sudah menyampaikan keluhan kita, dan semua sama, butuh sentuhan dari pemerintah untuk bertahan. Harapannya, dijawab, kalau tak dijawab nanti korbannya bertambah,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

Travel Tips
Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

Travel Update
Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

Jalan Jalan
Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

Travel Update
Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

Travel Update
Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

Travel Update
Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

Jalan Jalan
6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

Travel Tips
Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

Travel Update
Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

Jalan Jalan
Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

Travel Update
Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

Travel Tips
Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

Travel Update
Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.