Kompas.com - 05/02/2021, 12:53 WIB

GUNUNGKIDUL,KOMPAS.com - Kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yakni gerakan Jateng di Rumah Saja pada 6-7 Februari 2021 diprediksi mengurangi jumlah kunjungan wisata ke Gunungkidul, Yogyakarta.

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul Harry Sukmono, sebagian besar pengunjung berasal dari Jawa Tengah.

Dari data survei yang dilakukan Dinpar pada Oktober 2019 sampai Maret 2020, pengunjung sebagian besar berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dari lima wilayah terbanyak, tertinggi adalah Jawa Tengah 25,5 persen, Jawa Timur 20,14 persen, DIY 16,25 persen, Jawa Barat 11,10 persen dan DKI Jakarta 8,81 persen.

Baca juga: Ganjar: Ada Pelaku Pariwisata yang Tidak Setuju dengan Jateng di Rumah Saja

"Kemungkinan akan terpengaruh (kebijakan Jateng di Rumah Saja). Data selama ini, wisatawan Jateng ke Gunungkidul cukup besar," kata Harry saat dihubungi Kompas.com, Jumat(5/2/2021).

Ia melanjutkan, wisatawan luar DIY sempat berkurang saat pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap pertama 8 sampai 25 Januari 2021.

Saat itu pemkab Gunungkidul memberlakukan kebijakan pengunjung luar DIY harus menggunakan rapid antigen negatif. Setelah kebijakan itu, dicabut jumlah kunjungan wisatawan berangsung meningkat.

Pantai Wediombo, Gunungkidul.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pantai Wediombo, Gunungkidul.

Menurut data, rata-rata jumlah wisatawan Gunungkidul per hari saat PPKM tahap pertama adalah sekitar 900 orang. Tahap kedua yang tidak harus menunjukkan rapid antigen meningkat, jumlahnya menjadi sekitar 1.200 orang.

Selain mencabut syarat rapid test antigen, tidak ada perubahan aturan dari tahap pertama. Jam operasional tetap dibatasi buka pukul 03.00 WIB-20.00 WIB dan jumlah pengunjung hanya 50 persen dari kapasitas maksimal.

Untuk kebijakan lain, toko berjajaring boleh buka sampai pukul 20.00 WIB, sebelumnya pukul 18.00 WIB.

Baca juga: HeHa Ocean View, Tempat Wisata Baru di Tepi Laut Gunungkidul

Harry menyebut pihaknya selalu melakukan pengawasan kepada pengunjung yang berada di kawasan wisata agar menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun.

Selain itu, pengunjung diharapkan mengisi data di aplikasi Visiting Jogja dan saat ini bisa memanfaatkan tiket online untuk mengurangi kontak dengan petugas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Jalan Jalan
Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Travel Update
Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Jalan Jalan
Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Travel Update
10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

Jalan Jalan
Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.