Kompas.com - 07/02/2021, 14:22 WIB

Untuk diketahui, runway bandara tersebut sempat ditutup pada Sabtu karena terdapat genangan air dan Foreign Object Damage (FOD) yang dapat mengganggu operasional penerbangan jika terdapat pesawat yang landing atau take off.

Baca juga: Jateng di Rumah Saja, Pelaku Usaha Pariwisata di Kabupaten Semarang Mengeluh

Sebelum beroperasi kembali , pembersihan runway dilakukan menggunakan runway sweeper untuk membersihkan FOD dan genangan air di sana dan di taxiway.

“Selain itu, kendaraan birdstrike juga selalu dipergunakan untuk mengusir burung-burung yang berada di bahu runway,” jelas Hardi.

Area bandara juga memiliki 54 unit pompa air yang telah dioperasikan sejak Sabtu hingga saat ini untuk terus menyedot genangan air yang tersisa.

Jadwal inspeksi selama musim hujan

Terkait inspeksi di sisi udara, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani meningkatkannya jadwal inspeksi selama musim hujan dengan menambahkan jadwal inspeksi setelah hujan reda.

Inspeksi dilakukan untuk memastikan tidak adanya genangan air di sisi udara yang dapat mengganggu proses take off maupun landing pesawat udara.

Apabila ditemukan adanya genangan air, petugas pada saat itu juga akan melakukan pembersihan dengan menggunakan kendaraan runway sweeper.

Sebelumnya, jadwal inspeksi hanya tiga kali sehari yakni sebelum jam operasional pada pagi hari, saat jam operasional pada siang hari, dan setelah jam operasional selesai pada malam hari.

Baca juga: 6 Tempat Wisata di Sekitar Semarang yang Wajib Dikunjungi

Berdasarkan data yang dipaparkan Hardi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan rata-rata di BMKG Ahmad Yani pada Februari selama 1990-2019 adalah sebanyak 357,5 milimeter (mm).

Sementara pada 5-6 Februari 2021, kriteria hujan di Kota Semarang dan sekitarnya berada pada kategori ekstrem, yakni >150 mm per hari.

“Maka dari itu dengan adanya langkah-langkah antisipasi menghadapi musim penghujan, kami berharap cuaca akan segera membaik sehingga aktivitas penerbangan dapat berjalan normal secara terus menerus,” ujar Hardi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.